PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA LANSIA YANG MENGALAMI MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MEMORI DENGAN DIAGNOSA MEDIS DEMENSIA
DOI:
https://doi.org/10.29407/judika.v10i1.28845Keywords:
Lansia, demensia, gangguan memori, terapi puzzle, fungsi kognitifAbstract
Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan pada lansia yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, terutama daya ingat, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk meningkatkan fungsi kognitif adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan kognitif lansia yang mengalami gangguan memori dengan diagnosa medis demensia sebelum dan setelah penerapan terapi bermain puzzle di Panti Jompo Tresna Werdha Kabupaten Kediri.Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan gerontik. Subjek penelitian adalah lansia dengan diagnosa medis demensia yang mengalami masalah keperawatan gangguan memori dan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk menilai kemampuan kognitif lansia. Terapi bermain puzzle diberikan secara terstruktur sesuai dengan rencana asuhan keperawatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif lansia sebelum diberikan terapi bermain puzzle berada pada kategori gangguan kognitif. Setelah dilakukan penerapan terapi bermain puzzle, terjadi peningkatan skor MMSE yang menunjukkan adanya perbaikan fungsi kognitif, khususnya pada aspek memori dan perhatian.Dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia dengan demensia. Rekomendasi penelitian ini adalah agar terapi bermain puzzle dapat diterapkan secara rutin sebagai bagian dari intervensi keperawatan gerontik di panti jompo serta dikembangkan melalui penelitian lanjutan dengan jumlah subjek dan desain penelitian yang lebih luas.
Downloads
References
Aging, N. I. (2020). Guidelines for puzzle therapy for dementia patients.
Aging, N. I. (2021). Dementia: Symptoms, causes, and treatments. National Institute on Aging. https://www.nia.nih.gov.
Alodokter. (2024). Faktor penyebab demensia pada lansia.
Aspiani, D. (2022). Demensia: Penurunan kognitif dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari. Jurnal Kesehatan, 14(2), 123-130.
Asrori, M. d. (2022). Tanda dan gejala demensia pada lansia. Jurnal Kesehatan Geriatri 18(1), 23-30.
Association, A. (2020). Alzheimer's disease facts and figures. Alzheimer's & Dementia, 16(3), 391–460.
Association, A. (2020). Impact of dementia on the individual and society. Alzheimer's Association. https://www.alz.org.
Association, A. P. (2020). Understanding memory disorders: Causes, symptoms, and treatment. APA Publications.
Boedhi, R. (2021). Klasifikasi dan interpretasi demensia berdasarkan Mini Mental State Examination (MMSE). Jurnal Geriatri Indonesia, 12(4), 45-56.
Boedhi, R. (2021). Proses penuaan dan hubungannya dengan demensia: Perubahan anatomi dan biokimiawi pada sistem saraf pusat. Jurnal Neurologi dan Geriatri, 15(3), 123-135.
Charness, N. &. (2023). The effects of age on cognitive performance and functioning. Oxford University Press.
Corwin, J. (2021). Demensia: Sindrom gangguan fungsi kognitif. Jakarta: Penerbit Sehat.
Corwin, J. (2022). Demensia: Gangguan fungsi intelektual pada lansia. Jakarta: gramedia.
Damanik, M. (2019). Teori Proses Menua dalam Perspektif Biologi dan Kejiwaan. Jurnal Psikologi dan Kesehatan, 22(2), 129-142.
Depkes, R. (2019). Pedoman Lanjut Usia dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Ekasari, M. F. (2018). Pengaruh terapi puzzle terhadap kemampuan kognitif lansia dengan demensia ,Jurnal Psikologi Terapan, 10(2), 45-58.
Goral, M. d. (2020). Language and Memory in Aging and Dementia. 63-78.
Halimsetiono, S. (2020). Penatalaksanaan demensia secara farmakologis dan non-farmakologis pada lansia. Jurnal Geriatri Indonesia, 16(3), 67-75.
Hamonangan, S. (2020). Pathway gangguan peredaran darah, faktor usia, dan penyakit degeneratif dalam perkembangan demensia. Jurnal Kesehatan Geriatri, 18(2), 89-102.
Harris, T. (2020). Social Interaction and Cognitive Decline. Journal of Aging & Social Policy,32(4), 312-325.
Hasanah, U. (2021). Manfaat terapi puzzle pada lansia dengan gangguan kognitif. Jurnal Kesehatan Geriatri, 13(1), 12-22.
Hertzog, C. (2020). Cognitive Aging and the Role of Environment in Modifying Cognitive Decline. 527-568.
Indonesia, Y. A. (2022). Prevalensi lansia penderita demensia di Indonesia: Data dan proyeksi 2019-2050. Yayasan Alzheimer Indonesia.
Kusharyadi, D. (2022). Komplikasi pada lansia dengan demensia: Dampak psikologis dan fisik. Jurnal Kesehatan Geriatri, 18(1), 45-55.
Lautenschlager, N. T. (2020). Physical Activity and Brain Health in Aging: Insights from Exercise and Neuroimaging Studies.
Lavie, N. (2021). Attention and Concentration in Older Adults: Cognitive Decline or Adaptation. Cognitive Sciences, 25(3), 233-245.
Luszczynska, A. d. (2020). Social Isolation and Personality Changes in Older Adults: The Role of Psychological and Environmental Factors. Aging & Mental Health, 24(5), 718-727.
Manurung, P. d. (2020). Proses Penuaan pada Lansia: Penurunan Fungsi Fisik dan Psikologis. Jurnal Psikologi Indonesia, 29(3), 198-210.
Mawaddah, R. (2020). Perubahan Fisik dan Mental pada Lansia: Perspektif Umum. Jurnal Ilmiah Psikologi, 30(1), 45-52.
Mustika, S. (2019). Penuaan sebagai Proses Alamiah: Tantangan dan Masalah yang Timbul pada Lansia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 88-96.
Organization, W. H. (2017). Ageing and Health: A Life Course Perspective.
Organization, W. H. (2022). Dementia and the importance of early intervention. World Health Organization. https://www.who.int.
Organization., W. H. (2021). Dementia facts and figures. World Health Organization.
Palangngan, D. (2021). Keunggulan terapi puzzle dalam terapi non-farmakologis pada lansia. Jurnal Kesehatan dan Psikologi Lansia 19(4), 95-103.
Pertiwi, R. (2017). The Impact of Education on Cognitive Function in the Elderly: Evidence from Indonesia. Journal of Gerontology, 72(4), 527-532.
Pillars, N. &. (2020). Penuaan dan Perubahan Fisik pada Lansia. Jurnal Gerontologi, 18(4), 302-318.
Pillars, N. &. (2020). Perubahan Kognitif, Psikososial, dan Fisik pada Lansia. Jurnal Psikologi Kesehatan, 10(1), 75-89.
Pranata, R. F. (2021). Pengaruh permainan puzzle terhadap gangguan kognitif pada lansia: Studi empiris terapi non-farmakologis. Jurnal Gerontologi dan Kesehatan, 22(2), 123-130.
Ramanan, V. (2020). Genetic Risk Factors in Alzheimer’s Disease: Insights from Recent Studies. Alzheimer's & Dementia, 16(6), 945-957.
Ratnawati, S. (2017). Pemahaman Lansia dalam Konteks Penuaan dan Kesehatan. Jurnal Kesehatan dan Sosial,14(3), 77-82.
Ravaglia, G. (2020). Neurological Changes in Aging: Implications for Cognitive Decline. Journal of Aging Research, 2020.
Reitz, C. &. (2015). Alzheimer’s Disease and Cognitive Aging: Epidemiological and Clinical Issues. 201-220.
S., M. T. (2021). Terapi puzzle sebagai stimulasi otak pada lansia: Pengembangan kemampuan kognitif dan pemecahan masalah. Jurnal Gerontologi, 18(3), 77-85.
Satar, A. &. (2021). Hypertension and Its Effects on Cognitive Function in Older Adults. Journal of Neurovascular Disease, 15(4), 231-245.
Savitra, D. (2020). Terapi kognitif untuk lansia dengan gangguan memori. Jurnal Terapi Kognitif, 12(3), 45-56.
SDKI. (2020). Pedoman diagnosis gangguan memori dalam praktik klinis. SDKI Press.
Setiawati, L. d. (2020). Mini-Mental State Examination (MMSE) sebagai alat ukur gangguan memori pada lansia: Validitas dan penerapan klinis. Jurnal Psikiatri Klinis, 21(4), 123-135.
Sinabutar, S. (2022). Diabetes Mellitus and Cognitive Decline in Older Adults: Mechanisms and Interventions. Diabetes Care, 45(5), 982-993.
SingHealth. (2021). Faktor penyebab terjadinya demensia: Penyakit, trauma, dan kondisi medis lainnya.
Society, A. (2020). The impact of dementia on caregivers. Alzheimer's Society.
Suddarth, D. (2022). Demensia: Penyakit degeneratif neurologi pada lansia. Jurnal Neurologi, 10(3), 45-56.
Sumarni, N. (2021). Faktor usia dan peningkatan risiko demensia pada lansia. Jurnal Geriatri Indonesia, 6(1), 30-37.
Surabaya, F P. (2024). Fungsi dan Struktur Otak dalam Proses Kognitif.
Timur., B. P. (2022). Data jumlah lansia penderita demensia dan persentase penduduk lansia di Provinsi Jawa Timur 2020-2022. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur.
Untari, S. N. (2021). Pemeriksaan penunjang pada lansia dengan gangguan kognitif. Jurnal Neurologi dan Geriatri, 14(2), 34-42.
Valenzuela, M. J. (2020). The Role of Mental Activity in Preventing Cognitive Decline in Older Adults. In: Neurodegeneration. 289-310.
Yaffe, K. (2021). Stroke and Cognitive Decline: Risk Factors and Mechanisms. Stroke, 52(4), 1035-1042.
Yasbiati, S. d. (2021). Efektivitas terapi puzzle terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia dengan gangguan kognitif. Jurnal Geriatri,19(2), 78-85.
Zaliavani, M. (2019). The Protective Effects of Education on Cognitive Function in Aging Adults. Aging & Mental Health, 23(2), 156-163.
Zhou, L. (2023). Pengaruh aktivitas puzzle terhadap peningkatan kemampuan kognitif lansia. Journal of Cognitive Health, 15(2), 123-135
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


