Bahan ajar berbasis keunggulan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif

  • Ilham Rais Arvianto STMIK Akakom
  • Merarinta Ginting STMIK Akakom
Abstract views: 57 , PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 43
Keywords: creative thinking skills, material teaching, local privilage in Yogyakarta

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar matematika berbasis keunggulan local Yogyakarta yang berkualitas untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Keunggulan local Yogyakarta dipilih karena keuggulan localnya yang beragam. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari Buku Siswa dan Buku Guru. Rancangan penelitian menggunakan 4 tahapan pada model Plomp, yaitu prelimenary investigation; design; realization/construction; test, serta evaluation and revision. Penentuan kualitas bahan ajar menggunakan aspek valid, praktis, dan efektif. Data kuantitatif kevalidan dan kepraktisan diperoleh dengan teknik angket yang selanjutnya dikonversi menjadi data kualitatif. Data keefektifan diperoleh dengan teknik tes. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa kedua bahan ajar produk penelitian termasuk dalam kriteria sangat valid menurut ahli, serta sangat praktis menurut guru, serta efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikit kreatif matematis. Khusus untuk Buku Siswa, termasuk dalam kriteria praktis dengan sebanyak 56% siswa memberikan respon positif. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa bahan ajar matematika berbasis keunggulan local Yogyakarta dinyatakan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.

 

The aim of this research was to create mathematics teaching materials base on local privilage in Yogyakarta which has good quality to improve students' mathematical creative thinking skills. The teaching materials consisted of Student Book and Teacher Book. The research design used 4 stages in the Plomp model, ie prelimenary investigation; design; realization/construction; test; evaluation and revision. Quality judgement of teaching materials used valid, practical, and effective aspects. Quantitative data for validity and practicality were obtained by questionnaire techniques which further transformed became qualitative data. Effectivity data was obtained by test technique. From the results of research, it was found that the two teaching materials of research products included in the very valid criteria according to expert, and very practical criteria according teacher, as well as effective to increase creative thinking skills. Especially for Student Book, included in the practical criteria with 56% of students gave positive response. It was concluded that the mathematics teaching materials base on the local privilage in Yogyakarta can used to improve students' mathematical creative thinking skills.

References

Artikasari, E. A., & Saefudin, A. A. (2017). Menumbuh Kembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning: mathematic creative thinking, contextual teaching and learning approach. Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan Matematika, 3(2), 73-82. https://doi.org/10.29407/jmen.v3i2.800

Choridah, D. T. (2013). Peran Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Berpikir Kreatif Serta Disposisi Matematis Siswa Sma. InfinityJ Urnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, 2(2), 1–9. Retrieved from http://download.portalgaruda.org/article.php?article=133698&val=5628&title=PERAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN BERPIKIR KREATIF SERTA DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA

Firdaus, As’ari, A. R., & Qohar, A. (2016). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMA Melalui Pembelajaran Open-Ended Pada Materi SPLDV. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1(2), 227–236. https://doi.org/10.20956/jmsk.v15i2.5719

Hidayat, W. (2012). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa SMA Melalui Pembelajaran Kooperatif Think-Talk-Write (TTW). Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan Dan Penerapan MIPA, M1–M10. Yogyakarta: Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

Komarudin, Sujadi, I., & Kusmayadi, T. A. (2014). Proses Berpikir Kreatif Siswa SMP Dsa;alam Pengajuan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 2(1), 29–43.

Nofiana, M., & Julianto, T. (2018). Upaya Peningkatan Literasi Sains Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Keunggulan Lokal. Biosfer : Jurnal Tadris Pendidikan Biologi, 9(1), 24–35. https://doi.org/10.24042/biosf.v9i1.2876

Rajagukguk, W., & Simanjuntak, E. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Masalah Terintegrasi ICT untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan, 19(2), 105–111.

Ramdani, Y. (2012). Pengembangan Instrumen dan Bahan Ajar untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi, Penalaran dan Koneksi Matematis dalam Konsep Integral. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 44–52.

Rochmad. (2012). Desain Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika. Jurnal Kreano, 3(1), 59–72.

Soeyono, Y. (2014). Pengembangan Bahan Ajar Matematika dengan Pendekatan Open-ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa SMA. Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 205–218. https://doi.org/10.21831/pg.v9i2.9081

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Zuliana, E., & Bintoro, H. S. (2013). Desain Pembelajaran Matematika Realistik di Sekolah Dasar Berbasis Keunggulan Lokal Kudus. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(3), 11–20.

Published
2020-11-25
How to Cite
Arvianto, I. R., & Ginting, M. (2020). Bahan ajar berbasis keunggulan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan Matematika, 6(2), 204-214. https://doi.org/10.29407/jmen.v6i2.14744