PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI PUISI RAKYAT SUB MATERI PANTUN MELALUI MODEL TUNDANG

  • Sulikah SMP Negeri 4 Surabaya
Abstract views: 42 , pdf downloads: 66
Keywords: bahasa indonesia, model tundang, pantun

Abstract

Banyak faktor yang menghambat keberhasilan pengajaran berbalas pantun diantaranya adalah data hasil penilaian pembelajaran berbalas pantun Tahun pelajaran 2019-2020 kelas VII Semester 2 di SMPN 42 Surabaya didapat kenyataan 78 % siswa tidak dapat berbalas pantun dengan baik. Apabila diberikan tugas untuk melaksanakan kegiatan berbalas pantun mereka sulit mengungkapkan gagasanya secara lisan secara berkesinambungan. Untuk itu seorang guru dituntut menggunakan pendekatan, metode dan teknik yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran model Tundang dalam pembelajaran berbalas pantun yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Dari penilaian hasil belajar dan motivasi siswa mencapai rata-rata masing-masing pada kelas eksperimen 74,31 (VII A) sedangkan pada kelas yang tidak menggunakan model tundang penilaian hasil, nilai rata-rata siswa hanya 57,59 (VII B). Hal ini membuktikan bahwa pada kelas yang tidak menggunakan model Tundang rata-rata penilaian hasil tidak tuntas karena nilai ketuntasan yang ditetapkan adalah 65. Selain itu hasil analisis statistik dengan menggunakan uji t diperoleh hasil 10,83 untuk kelas eksperimen dan 1,38 untuk kelas kontrol.  Sedangkan harga t tabel di mana penulis menggunakan t 0,975 dengan t.s. 0,05 adalah 2,04.  Ini berarti t hitung lebih besar dari t tabel.  Dan hasil ini ada pada kelas eksperimen. Sedangkan pada kelas kontrol t hitung lebih kecil daripada t tabel sehingga hasilnya tidak signifikan. Dengan demikian pembelajaran berbalas pantun dengan model Tundang di kelas VII Semester 2 SMP Negeri 42 Surabaya hasilnya signifikan. Untuk penilaian proses dua kelas eksperimen masing-masing memperoleh nilai 78,21 (VII A) dengan penilaian proses predikat baik, sedangkan kelas yang tidak menggunakan model Tundang penilaian proses hanya memperoleh nilai 62,4 (VII B) dengan predikat cukup. Hal ini tergambar dari kurangnya motivasi siswa pada pembelajaran berbalas pantun (tabel terlampir) Dengan demikian penggunaan model Tundang pada pembelajaran berbalas pantun pada siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 42 Surabaya hasilnya dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

References

Badudu, J.S. 1975. Sari Kesusasteraan Indonesia untuik SMA dan Sekolah yang Sederajat. Bandung: Pustaka Prima.
Balai Pustaka. 2001. Pantun Melayu. Jakarta.
Diknas. 2002. Gema PWKG Edisi Lima Belas. Proyek PWKG: Jakarta.
Diknas. 2003. Silabus dan Penilaian Bahasa dan Sastra Indonesia: Jakarta.
Diknas. 2003. Standar Kompetensi Bahasa dan Sastra Indonesia SMP. Jakarta.
Diknas. 2005. Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian Berbasis
Kompetensi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bahasa Indonesia. Jakarta.
Endraswara, Suwardi, 2005. Metode dan Teori Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Buana Pustaka
Nazir, Moh,. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia.
Pusat Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka
Rahmanto, B. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius.
Sudjana. 1989. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Suharsimi, Arikunto. 2005.Penulisan Karya Tulis Ilmiah bagi Jabatan Fungsional Guru. Yogyakarta: PPPG Matematika
Published
2020-10-12
How to Cite
Sulikah. (2020). PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI PUISI RAKYAT SUB MATERI PANTUN MELALUI MODEL TUNDANG . Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, 4(2), 12-18. https://doi.org/10.29407/jbsp.v4i2.15731