PREPARASI SIMPLISIA DAUN KITOLOD SEBAGAI KANDIDAT ANTIBAKTERI ALAMI PENCEGAH RESISTENSI MELALUI OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN
DOI:
https://doi.org/10.29407/judika.v10i1.28727Keywords:
kitolod, optimasi, simplisia, suhu, waktuAbstract
Infeksi merupakan kondisi patologis yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, salah satunya bakteri Staphylococcus aureus yang dikenal sebagai patogen penyebab infeksi pada luka kulit. Penggunaan antibiotik dalam terapi infeksi yang tidak tepat berpotensi meningkatkan kejadian resistensi bakteri, sehingga mendorong pengembangan alternatif berbasis bahan alam. Tanaman kitolod sebagai salah satu kekayaan hayati dari Kediri diketahui memiliki potensi aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum suhu dan waktu pengeringan dalam pembuatan simplisia daun kitolod guna mempertahankan kandungan senyawa aktifnya. Metode yang digunakan adalah pengeringan daun menggunakan oven listrik dengan variasi suhu 40°C, 45°C, dan 50°C serta variasi waktu 30, 60, 90, 120, 150, 180, dan 210 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengeringan optimum diperoleh pada suhu 50°C dengan waktu 180 menit, yang mampu menghasilkan simplisia dengan kualitas baik serta mempertahankan senyawa metabolit yang berperan sebagai antibakteri. Optimasi kondisi ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan daun kitolod sebagai bahan baku obat alami yang efektif dan stabil.
Downloads
References
Angganawati, R. T., & Nisa, T. C. N. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora L.) C, prest terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dengan Kontrol Antibiotik ofloxacin. Jurnal Farmasindo Politeknik Indonusa Surakarta, 3(1) , 3– 6
Apriani, D., Amaliawati, N., Dan Kurniati, E. (2014). Efektivitas Berbagai Konsentrasi Infusa Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) Terhadap Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Jurnal Teknologi Laboratorium, 3 (2).
Ardiansyah, A.K. dan Ramayani, S.L. (2022). Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Dan Fraksi Daun Kitolod (Isotoma longiflora L.). Cendekia Journal of Pharmacy ITEKES Cendekia Utama Kudus, 6(2), 301-306.
Arifin A, Djide N, Iskandar M. (2024). Identifikasi Senyawa Dan Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pharmamedica Journal.
Dixa, S., & Singh, V. S. (2016). Isolation and characterization of flavonoids in Urena lobata L. European Journal of Medicinal Plants, 11(1), 1–6.
Egarani, G. R., S. Kasmiyati, dan E. B. E. Kristiani. (2020). The Antioxidant Content and Activity of Various Plant Organs of Kitolod (Isotoma longiflora). Journal of Biology & Biology Education, 12(3), 299.
Egarani, G., Egarani, G. R., Kasmiyati, S., & Kristiani, E. B. E. (2020). The Antioxidant Content and Activity of Various Plant Organs of Kitolod (Isotoma longiflora). Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 12(3), 297–303.
Fazil, M., Suci, R.M., Allfiah, M., Alam, D.N., Angelia, G. & Situmeang, B. 2017. Analisis Senyawa Alkaloid Dan Flavonoid Dari Ekstrak Kitolod (Isotoma longiflora) Dan Uji Aktivitasnya Terhadap Bakteri Penyebab Karies Gigi. Jurnal ITEKIMA, 2(1), 74-83.
Fitriani, D., Rahmawati, F., & Putri, N. A. (2020). Aktivitas antibakteri senyawa metabolit sekunder dari tanaman obat terhadap bakteri patogen. Jurnal Farmasi Indonesia, 15(2), 85–92.
Hapsari, A. et al. (2016). The Potency of Kitolod (Isotoma longiflora (L) Presl.) Herb Extract as a Cure for Cervical Cancer an in Vitro Study of Hela Cells‟, The 2nd International Conference on Science, Technology, and Humanity. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hariana, H. A. (2013). 262 Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Lindayani, Novena Yety dan Ma’ruf, Sabilla Hudzaifah. 2020. Penetapan Kadar Total Flavonoid Ekstrak Etanol Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Dengan Metode Kompleks Kolorimetri Secara Spektrofotometri Visibel. Jurnal Ilmiah Manuntung, 6(1), 83-91.
Manoi F. 2006. Pengaruh Cara Pengeringan Terhadap Mutu Simplisia Sambiloto (Andrographis paniculata). Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 17(1):1–5.
Monegro, A. F., Muco, E., & Seynam, N. (2022). Antibiotic Prophylaxis in Postoperative Wound Infection. StatPearls Publishing.
Negut, I., Grumezescu, V., & Grumezescu, A. M. (2018). Treatment Strategies for Infected Wounds. Molecules, 23(9), 2392.
Retno, Mareintika. (2021). Uji Efek Pemberian Antibakteri Ekstrak Daun Kitolod (Isotoma longiflora (L) Presl.) Terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Medika Hutama, 2(4).
Sari, R., & Nugroho, A. (2021). Eksplorasi Tanaman Obat Indonesia Sebagai Alternatif Terapi Dalam Menghadapi Resistensi Antibiotik. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 19(1), 45–53.
Savira, H. G., & Trimulyono, G. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri yang Diisolasi dari Umbi Porang (Amorphophallus muelleri) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. LenteraBio : Berkala Ilmia Biologi, 10(3), 347-355.
Tanjung. (2020). Studi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga di Desa Tanjung Benanak Kecamatan Merlung Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Skripsi. Jambi: Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin
World Health Organization. (2011). Quality Control Methods for Herbal Materials. Geneva: WHO Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


