IDENTIFIKASI BAKTERI Staphylococcus Sp. PADA PLAK GIGI PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KOTA WILAYAH SELATAN

Authors

  • Binti Muarofah D3 Teknologi Laboratorium Medis IIK Bhakti Wiyata
  • Siska Kusuma Wardani D3 Teknologi Laboratorium Medis IIK Bhakta Kediri
  • Sri Wahyuni D4 Teknologi Laboratorium Medis IIK Bhakta Kediri
  • Muh. Shofi D3 Farmasi IIK Bhakta Kediri
  • Dhea Seviana Putri Sunanto D3 Teknologi Laboratorium Medis IIK Bhakta Kediri

DOI:

https://doi.org/10.29407/judika.v10i1.28602

Keywords:

Plak gigi, Staphylococcus sp, , diabetes mellitus

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit menahun yang muncul ketika pankreas gagal memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai atau saat tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin yang dihasilkannya dengan efisien. Orang yang menderita diabetes melitus menunjukkan gejala seperti poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan, dan cenderung mengalami peningkatan kadar glukosa darah yang dapat memperburuk kondisi periodontal. Infeksi dalam rongga mulut seperti plak, karies, dan tartar disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak baik, yang mengganggu keseimbangan bakteri. Bakteri seperti Staphylococcus aureus memanfaatkan sisa makanan serta protein air liur untuk tumbuh dan mengakibatkan plak. Tujuan: untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Staphylococcus sp. serta mengetahui persentase bakteri Staphylococcus sp. pada plak gigi pasien diabetes melitus di Puskesmas Kota Wilayah Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan nonprobability sampling dan teknik sampling accidental. Hasil: Dari 35 sampel yang diteliti, ditemukan bakteri Staphylococcus aureus pada 24 sampel (69%) dan bakteri Staphylococcus epidermidis pada 11 sampel (31%). Kesimpulan: diperoleh hasil bakteri Staphylococcus aureus pada 24 sampel (69%) dan bakteri Staphylococcus epidermidis pada 11 sampel (31%) Diharapkan bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi penderita diabetes melitus, untuk menjaga kebersihan mulut dan melakukan pemeriksaan kesehatan mulut secara berkala untuk mencegah penumpukan plak yang dapat menyebabkan karies gigi

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract views: 23 , PDF downloads: 4

References

DAFTAR PUSTAKA

Ampow, F. V, Pangemanan, D. H. C., & Anindita, P. S. (2018). Gambaran Karies Gigi pada Penyandang Diabetes Melitus di Rumah Sakit Kalooran Amurang. Jurnal e-GiGi, 6(2), 107-111.

Canti, D. P. D., Vidyahayati, I. L., & Purnomo, B. N. R. (2024). Antibacterial Activity Of Toothpaste Formulation Containing Spirulina platensis Extract Against Streptococcus mutans. Jurnal Kesehatan Gigi, 11(1), 80–86.

Dyah, E. C., Imasari, T., & Mu’arofah, B. (2018). Identifikasi Bakteri Staphylococcus aureus pada Plak Gigi Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Wiyata.

Kaligis, F.R., Fatimawali., & Lolo, W.A. (2017). Identifikasi Bakteri pada Plak Gigi Pasien di Puskesmas Bahu dan Uji Resistensi Terhadap Antibiotik Kloramfenicol dan Linkosamida (Klindamisin). Jurnal Ilmiah Farmasi, 6(3), 223-232.

Khasanah, H. R., Muslim, Z., & Welkriana Putri, W. (2019). Uji Sensitifitas Bakteri Gram Positif pada Plak Gigi Terhadap Antibiotika. Jurnal Ilmiah, 14 (2), 36-41.

Kinanthi, P.S., & Santoso, S. (2018). Perbedaan Kondisi Rongga Mulut Penderita DM Tipe 2 Tidak Terkontrol dan Terkontrol. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 7(2), 396-405.

Oktaviyani, H. (2016). Identifikasi Bakteri Pada Saliva Pasien Diabetes Mellitus Berdasarkan Pewarnaan Gram Pada Puskesmas Ciputat Tangerang Selatan. Laporan Penelitian. UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta.

Purbowati, B., & Kurniawan, A. A. (2021). Periodontitis kronis pada pasien dengan penyakit diabetes melitus. Clinical Dental Journal UGM, 7(2).

Rahim, S., Karamoy, Y., & Fione, V. R. (2021). Gambaran Status Karies Gigi Pada Penderita Diabetes Mellitus Peserta Prolanis Puskesmas Buhu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ilmiah Gigi Dan Mulut, 4(1), 19–24.

Rita, N. (2018). Hubungan Jenis Kelamin, Olah Raga Dan Obesitas Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Pada Lansia. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 93–100.

Rokom. (2024). Saatnya Mengatur Si Manis. Diakses dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240110/5344736/saatnya-mengatur-si-manis/

Subekti, A., Wiradona, I., Utami, W. J. D., Rinawati, L., & Wahyuningtyas, M. G. (2024). Changes in Salivary pH After Consuming Sorghum-Based Non-Cariogenic Biscuits. Jurnal Kesehatan Gigi, 11(1), 56–61.

Warbung, Y. Y., Wowor, V. N. S., & Posangi, J. (2013). Daya Hambat Ekstrak Spons Laut Callyspongia sp terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Universitas Sam Ratulangi, 1-12.

World Health Organization. (2023). Diabetes. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

Wulandari, S., Haskas, Y., & Abrar, E. A. (2023). Gambaran Disparitas Diabetes Melitus Tipe 2 Ditinjau Dari Faktor Sosiodemografi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Kesehatan, 3(6), 263–269.

Downloads

PlumX Metrics

Published

2026-04-30

Issue

Section

Artikel

How to Cite

IDENTIFIKASI BAKTERI Staphylococcus Sp. PADA PLAK GIGI PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KOTA WILAYAH SELATAN. (2026). Judika (Jurnal Nusantara Medika), 10(1), 84-93. https://doi.org/10.29407/judika.v10i1.28602

Similar Articles

21-30 of 35

You may also start an advanced similarity search for this article.