PELESTARIAN KESENIAN JARANAN JAWA SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMBANGUN NASIONALISME PEMUDA DI DUSUN MUNDU DESA BUNGUR KECAMATAN KARANGREJO KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2019

  • Endang Tupi Rahayu STKIP PGRI Tulungagung
  • Muhamad Abdul Roziq Asrori STKIP PGRI Tulungagung
Abstract views: 47 , pdf downloads: 108
Keywords: kearifan lokal, kesenenian tradisional, nasionalisme

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan nilai-nilai kearifan lokal yang dikembangkan oleh
Komunitas Kesenian Jaranan Jawa untuk menumbuhkan nasionalisme pemuda di Dusun Mundu.
Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu tokoh
kesenian jaranan jawa, pelatih jaranan jawa, anggota komunitas kesenian jaranan jawa, dan ketua
komunitas kesenian jaranan jawa. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Analisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan
kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan cross check. Hasil penelitian adalah: 1)
Nilai-nilai kearifan lokal untuk membangun jiwa nasionalisme pemuda yaitu, nilai tanggungjawab,
sosial toleransi, gotong royong, dan kepatriotan. 2) Proses dalam melestarikan kesenian jaranan
jawa sebagai wujud kearifan lokal yaitu, mengadakan latihan setiap hari, menyiapkan tempat dan
sarana prasarana, dan melakukan promosi serta sosialisasi dengan masyarakat luas demi lestarinya
kesenian jaranan di Dusun Mundu. 3) Hambatan yang dihadapi yaitu, hambatan internal adalah
kurang maksimal melakukan promosi atau sosialisasi, dan sarana prasarana yang kurang memadai
serta harus diperbaharui. Sedangkan hambatan eksternal yaitu, masih banyak generasi muda yang
belum tertarik bergabung menjadi anggota.

PlumX Metrics

Published
2022-07-15
How to Cite
Rahayu, E. T., & Asrori, M. A. R. (2022). PELESTARIAN KESENIAN JARANAN JAWA SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMBANGUN NASIONALISME PEMUDA DI DUSUN MUNDU DESA BUNGUR KECAMATAN KARANGREJO KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2019. Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, 6(1), 14-23. https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i1.13455