TINGKAT STUNTING BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI

Authors

  • Siti Aizah Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Susi Erna Wati Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Crisda Lulu Mandasari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.29407/judika.v10i1.28693

Keywords:

Kata kunci: Tingkat Stunting, Balita

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Puskesmas Sukorame. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 2–5 tahun yang mengalami stunting sebanyak 76 anak, dengan teknik total sampling. Pengukuran status stunting didasarkan pada indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) menggunakan nilai Z-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 76 balita stunting, sebanyak 63 balita (82,89%) termasuk dalam kategori pendek (stunted), dan 13 balita (17,11%) termasuk dalam kategori sangat pendek (severely stunted). Distribusi kasus stunting tersebar di lima kelurahan, dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kelurahan Pojok dan Bujel. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas balita stunting berada pada kategori pendek. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi dini melalui peningkatan pengetahuan gizi, pemantauan pertumbuhan, serta program pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract views: 2 , pdf downloads: 0

References

Ariati, L. I. P. (2019). Faktor-Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 23-59 Bulan. OKSITOSIN: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 6(1), 28–37. https://doi.org/10.35316/oksitosin.v6i1.341

Beno, J., Silen, A., & Yanti, M. (2022). Analisis Struktur Kovarians terhadap Indikator Terkait Kesehatan pada Lansia yang Tinggal di Rumah, dengan Fokus pada Persepsi Kesehatan Subjektif. Brazilian Dental Journal, 33(1)

Damayanti, D. K. D., & Jakfar, M. (2023). Klasifikasi Status Stunting BalitaMenggunakan Algoritma Fuzzy C-Means (Studi Kasus Posyandu RW 01 Kelurahan Jepara Surabaya). MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika, 11(3), 533–542. https://doi.org/10.26740/mathunesa.v11n03.p524-533

Dewi, K. (2020). UU SISDIKNAS No.20 (2003). Indikator Tingkat Pendidikan,1337. http://etheses.iainkediri.ac.id/72/3/vii%20BAB%20II.pdf

Endah, E., & Oktavianti, W. (2014). Hubungan Asupan Gizi Ibu Menyusui Dengan Produksi ASI Pada Bayi Usia 0–6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopanggung Kelurahan Penataban Banyuwangi 2014. Healthy, 3(1), 1–12.

Hariani, A. L. (2024). Hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada anak.

Kelurahan, D., Kota, P., Lutfiasari, D., Awatiszahro, A., & Nikmah, A. N. (2024). Optimalisasi Gizi Balita Melalui Edukasi Dan Pemberian PMT Sehat. Jurnal ..., 5(4), 2356–2362.

Kuswanti, I., & Khairani Azzahra, S. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(1), 15–22. https://doi.org/10.36419/jki.v13i1.560

Nia, A., Novita, A., Makigawe, S., Dwi, S., & Thalita, A. (2025). Aksi Nyata: Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Volume. 2(1), Tahun 2025.

Rismayani, R., Sari, F., Rismawati, R., Hermawati, D., & Lety Arlenti. (2023). Edukasi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Sebagai Upaya Peningkatan Daya Tahan Tubuh Balita Di Posyandu Desa Pematang Balam. Jurnal Besemah, 2(1), 27–36. https://doi.org/10.58222/jurnalbesemah.v2i1.117

Suhrawardi. (2022). Analisis pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(7), 7153–7160.

Sumartini, E. (2020). Dampak Stunting Terhadap Kemampuan Kognitif Anak. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan “Peran Tenaga Kesehatan Dalam Menurunkan Kejadian Stunting” Tahun 2020 Impact, 127–134.

Syahrul, S., & Nurbaiti, D. (2022). Proporsi dan faktor risiko stunting pada balita di wilayah pesisir Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 205–212. https://doi.org/10.14710/jkmi.17.3.205-212

Titaley, C. R., Ariawan, I., Hapsari, D., Muasyaroh, A., & Dibley, M. J. (2019). Determinants of the stunting of children under two years old in Indonesia: A multilevel analysis of the 2013 Indonesia basic health survey. Nutrients, 11(5). https://doi.org/10.3390/nu11051106

UNICEF & World Health Organization. (2023). The Global Nutrition Report 2023: Action on equity to end malnutrition. Retrieved from https://www.who.int/

Victora, C. G., Christian, P., Vidaletti, L. P., Gatica-Domínguez, G., Menon, P., & Black, R. E. (2023). Revisiting maternal and child undernutrition in low income and middle-income countries: Variable progress towards an unfinished agenda. The Lancet Global Health, 11(2), e234–e247. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(22)00578-6

Wijayanti, E. T., Risnasari, N., & Aizah, S. (2022). Pengenalan Skrining Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Berbasis Guru PAUD di TK Al Fath Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 6(1), 99–105. https://doi.org/10.29407/ja.v6i1.15897

Downloads

PlumX Metrics

Published

2026-04-18

Issue

Section

Artikel

How to Cite

TINGKAT STUNTING BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI. (2026). Judika (Jurnal Nusantara Medika), 10(1), 1-9. https://doi.org/10.29407/judika.v10i1.28693

Similar Articles

1-10 of 85

You may also start an advanced similarity search for this article.