Perbandingan Zat Penyusun Dalam Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Energi Alternatif Biogas
PDF (Bahasa Indonesia)

Keywords

Air kelapa
Biogas
EM4
Limbah cair tahu
Molase

How to Cite

[1]
N. D. Susetyo, F. Rhohman, and M. M. Ilham, “Perbandingan Zat Penyusun Dalam Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Energi Alternatif Biogas”, J, vol. 2, no. 2, pp. 109-118, Feb. 2020.

Abstract

Limbah padat dan cair pada pembuatan tahu cukup menggangu masyarakat. Pembuatan tahu di kediri masih menggunakan cara tradisional sehingga tingkat efisiensi penggunaan sumber daya (air dan bahan baku) dirasakan masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi. Bioenergy merupakan sumber energi yang dihasilkan oleh sumber daya hayati seperti tumbuh - tumbuhan, minyak nabati, dan limbah peternakan dan pertanian. Jenis energi yang dihasilkan berupa energi dalam bentuk gas, cair, atau padat. Energi tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menghasilkan panas, gerak, dan listrik tergantung pada alat yang digunakan dan kebutuhan pengguna. Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan dari aktivitas bakteri metanogenik pada kondisi anaerobik atau fermentasi bahan-bahan organik. Biogas merupakan produk dari pendegradasian substrat organik secara anaerobik. Karena proses ini menggunakan kinerja campuran mikroorganisme dan tergantung terhadap berbagai faktor seperti suhu, pH, hydraulic retention, rasio C:N dan sebagainya sehingga proses ini berjalan lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui erbandingan zat penyusun dalam pemanfaatan limbah cair produksi tahu sebagai energi alternatif biogas. Untuk membuat biogas alat yang digunakan antara lain: Digester dan manometer. Bahan baku yang digunakan untuk komposisi pertama adalah limbah tahu cairan pertama 30 liter dengan 50 ml  Em4 dan air kelapa 2 liter. Sedangkan untuk komposisi kedua adalah  limbah tahu cairan pertama sebanyak 30 liter dengan 50 ml Em4 dan molase 500 ml. Data diambil selama 14 hari dengan pengamatan dilakukan setiap hari. Dari hasil uji prasyarat normalitas, diperoleh bahwa kedua data berdistribusi normal. Sedangkan hasil uji prasyarat homogenitas, dinyatakan bahwa data bersifat homogen. Karena yang dibandingkan adalah 2 data, maka cukup menggunakan Uji-T. Dari hasil Uji-T, diperoleh bahwa komposisi kedua lebih baik daripada komposisi pertama. Sehingga daat disimpulkan bahwa pembuatan biogas dari limbah cair yang ditambahkan dengan molase memberikan hasil yang lebih baik daripada pembuatan biogas dari limbah cair tahu ditambah dengan air kelapa.

https://doi.org/10.29407/jmn.v2i2.14185
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup Pasal 14 ayat (1)

Coniwati, Pamila; Herlanto, Anton; dan Anggraini, I. Y. 2009. Pembuatan Biogas Dari Ampas Tahu. Jurnal Teknik Kimia, No. 1, Vol. 16, Januari 2009

Rhohman, F. & Budiretnani, D.A. (2018). Optimalisasi Proses Produksi Tahu Untuk Peningkatan Kesejahteraan Produsen Tahu. Jurnal PanritaAbdi, 2(2), 113-118.

Azhari, Muh.; Sunarto; dan Wiryanto. (2015).Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Nata De Soya Dengan Menggunakan Air Rebusan Kecambah Kacang Tanah Dan Bakteri Acetobacter Xylinum. Jurnal EKOSAINS Vol. VII No. 1 Maret 2015

Wagiman. 2007. Identifikasi Potensi Produksi Biogas dari Limbah Cair Tahu dengan Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB). Bioteknologi 4 (2): 41-45, Nopember 2007

Nurhasan, Pramudyanto. 1991. Penanganan air limbah tahu dalam uniek M.C.,Clara, 1999. Pemanfaatan limbah cair tahu untuk produksi enzimα-amilase dari Bacillus amyloliquefaciens. Skripsi jurusan TPHP, Fakultas Teknologi Pertaian, UGM, Yogyakarta.

Nurhasan dan Pramudyanto. 1991. Penanganan air limbah pabrik tahu. Yayasan Bina Karya Lestari (Bintari).http://www.menlh.go.id/usahakecil/index-view.php?sub=7 (diakses pada 2 September 2019)

Yudiswantoro, Fajar.2016. Pembuatan Energi Biogas Dari Fermentasi Kulit Buah Nanas Dengan Biodigester Berkapasitas 200 Liter.Kediri: FT UN PGRI

Saputro, Rianto Prayogo. 2017. Kinetika Pembuatan Biogas Dari Substrat Kulit Kopi Dengan Mikroorganisme Kotoran Sapi Dan Rumen. Skripsi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember: Surabaya

Indiartono, Y. S. 2006. Reaktor Biogas Skala Kecil/Menengah. (http://www.indeni.org/content/view/63/48/. Diakses 21 Agustus 2019)

GTZ. 1997. Biogas Utilization. http://vvw5.gtz.de/gate/techinfo/biogas/appldev/operatiori/utilizat.html.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2020 Nasyiruloh Dwi Susetyo, Fatkur rhohman, M. Muslimin Ilham

Downloads

Download data is not yet available.