https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/JMN/issue/feed Jurnal Mesin Nusantara 2021-07-27T21:33:42+07:00 Fatkur Rhohman fatkurrohman@unpkediri.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Mesin Nusantara is a media publication for researchers who conduct research in the field of machinery. This journal is published twice a year, in June and December. Any research related to the topics in this journal can be sent to the editorial board for publication. The six (6) topics include Mechatronics, Product Design, Manufacturing, Energy Conversion, Metallurgy and Automotive.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/JMN/article/view/15965 Pengembangan Desain Walker Fleksibel Bagi Lansia 2021-07-27T21:33:40+07:00 Idiar idiaridiar9@gmail.com Muhammad Yunus muhammadyunus141212@gmail.com <p><strong><em>The health condition of the elderly generally has decreased which can cause several physical and mental problems. Elderly aged over 70 years or 60 years who have health problems are categorized as high risk elderly. In carrying out their daily activities inside the house or outside the house, such as going to the mosque, garden, etc., they usually use a </em></strong><strong><em>equipment</em></strong><strong><em> called a walker. The types of walkers on the market still have limitations, so they need to be developed in a flexible walker design. The stages used in the flexible walker design development research are compiling a list of requirements, determining reference concepts, developing alternative concepts, selecting concepts, and analyzing techniques and postures for the selected design.</em></strong></p> <p><strong><em>The selected concept has specifications, namely the front pedestal functions as a fixed leg or wheeled leg, the arm of the walker holder can be adjusted up and down by 150 mm in height, has a seat that can be folded, and the walker can be folded. In addition, the results of stress analysis on the critical component, namely the main fulcrum, obtained safe criteria where the maximum stress value that occurs is 7.35x10<sup>6</sup> N/m<sup>2</sup> is given still below the yield strength value of the brass material 3.5x10<sup>8</sup> N/m<sup>2</sup>. Posture analysis using the RULA method in standing and sitting positions obtained an average final score of 2 in the acceptable category for walker users..</em></strong></p> 2021-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Idiar, Muhammad Yunus https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/JMN/article/view/16017 Rancang Bangun Alat Pembengkok Kawat Metal Jig 2021-07-27T21:33:41+07:00 Muhammad Yunus yunus@polman-babel.ac.id Nanda Pranandita nda.akano@gmail.com <p><strong><em>An UMKM (micro, small and medium scale business) in the city of Pangkalpinang, Province of Kep. Bangka Belitung, with the trademark "kebajig Lure", produces metal jigs or artificial</em></strong><strong><em>/fake</em></strong><strong><em> bait made of metal. One of the problems in the process of making metal jigs at </em></strong><strong><em>UMKM</em></strong><strong><em> is bending the wire on the metal jig, because the bending process uses loop pliers which causes the wire to be made to be non-uniform (where 10 wires, below 50% of the wire deviates from tolerance) so that the stray wire must be repaired first before the metal jig molding process. In addition, the bending time of 1 piece of wire takes about 80 seconds. This study aims to accelerate the metal jig bending process and to obtain a uniform wire with a deviation of ± 0.2 mm. After conducting the survey and initial analysis, the making of tools for bending wire is the solution. In the process of making these tools, the VDI 2222 design method is used, starting from planning, conceptualizing, designing, and finally finishing. Then carried out the process of making tools and testing wire bending. The results of the experiments conducted showed that the uniformity level of the metal jig wire was around </em></strong><strong><em>70</em></strong><strong><em>% and the time required in the 1-wire bending process was ± 10 seconds, with an efficiency of ± 70 seconds from the previous process. And in the metal jig molding process, the wire repaired before the molding process is only about </em></strong><strong><em>30</em></strong><strong><em>%.</em></strong></p> 2021-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Muhammad Yunus, Nanda Pranandita https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/JMN/article/view/16038 ANALISIS PENGARUH TAHUN PERAKITAN TERHADAP EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR 2021-07-27T21:33:41+07:00 Syahril Machmud syahril@Janabadra.ac.id <p>Seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat, maka aktifitas transportasi pun juga meningkat. Transportasi merupakan salah satu kegiatan yang berkontribusi besar sebagai penghasil emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya yang berbahan bakar bensin. Mengakibatkan tingginya kadar polusi udara akibat emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Polusi utama yang dihasilkan dari emisi gas buang kendaraan bermotor adalah Karbon monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), Karbon dioksida (CO<sub>2</sub>), Oksigen (O<sub>2</sub>) dan Nitrogen oksida (NOx). Gas buang yang dikeluarkan kendaraan bermotor sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tahun perakitan terhadap emisi gas buang kendaraan bermotor. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Alat uji emisi kendaraan bensin ( Emisi Gas Analyzer) merek SPTC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan Secara keseluruhan dengan menggunakan ketentuan ambang batas bagi mobil lama (&lt; 2007), yakni CO 4,5 % dan HC 1200 ppm, maka hanya 29,05 % dari seluruh kendaraan bermotor yang dikaji mengalami tidak lulus uji emisi, akan tetapi jika menggunakan ketentuan ambang batas bagi mobil baru (≥ 2007), yakni CO 1,5 % dan HC 200 ppm, maka 63,2 % dari seluruh kendaraan bermotor yang dikaji mengalami lulus uji emisi atau 36,8 % kendaraan memiliki emisi gas buang yang melebihi ambang batas yang ditetapkan.</p> 2021-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Syahril Machmud https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/JMN/article/view/16039 KARAKTERISIK KEKUATAN KOMPOSIT SERAT DAUN NANAS DENGAN VARIASI PANJANG SERAT 2021-07-27T21:33:41+07:00 supriyanto supriyanto supriyanto@janabadra.ac.id <p><em>Penggunaan material logam memiliki peranan yang sangat besar dalam perkembangan teknologi saat ini, terutama di dunia industri maupun otomotif, salah satu yang hal yang menjadi perhatian adalah pemilihan jenis dan kualitas bahan baku material untuk pembuatan komposit kendaraan. Beradasarkan data Badan Pusat Statik (BPS), rata-rata produksi nanas di Indonesia adalah 1,5 juta ton/hari. Melihat banyaknya produksi tanaman nanas pertahun, tentunya daun nanas berpontesi besar untuk menjadi limbah. Untuk itulah penelitian ini berinisiatif untuk memanfaatkan serat daun nanas</em> <em>Peneliatian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kekuatan uji Tarik dan uji Impack komposit serat daun nanas sebagai bahan pembuatan bumper mobil. Komposisi komposit serat daun nanas yaitu 40% serat daun nanas dan 60% resin. Resin yang digunakan adalah resin polyester, masing-masing spesiemen dibuat 3 benda untuk pengujian dari setiap varisi panjang serat 50 mm,100 mm, 150 mm sehingga terdapat 12 spesimen pengujian untuk uji tarik dan uji impack.</em> <em>Berdasarkan pengujian sifat mekanik komposit serat daun nanas didapatkan nilai tegangan dan regangan tarik tertinggi adalah komposit dengan panjang serat 150 mm dengan nilai tegangan tarik sebesar 15,66 Mpa dan regangan 0,53% sedangkan sifat mekanik komposit serat daun nanas didapakan nilai tertinggi dengan panjang serat 100 mm dengan energi impack 11,23 joule dan kekuatan impack 0,145 j/mm<sup>2</sup>. Dari nilai yang didapatkan dari pengujiant tarik masing-masing panjang serat masih bekum bisa menyentuh nilai murni kekuatan matriks dengan tegangan tarik sebesar 31,63 Mpa. Dari hasil nilai yang didapat komposit serat daun nanas, memiliki nilai di atas standar JIS A5905-2003 bumper mobil.</em></p> 2021-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 supriyanto supriyanto https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/JMN/article/view/16201 ANALISA PERHITUNGAN PULLEY DAN V-BELT PADA SISTEM TRANSMISI MESIN PENCACAH 2021-07-27T21:33:42+07:00 haris mahmudi harismahmudi@unpkediri.ac.id <p><strong>Pengembangan mesin yang dirancang dalam penelitian ini menggunakan penggerak (transmisi) berupa perpaduan <em>pulley</em> dan <em>v-belt</em>. Alasan menggunakan sistem penggerak berupa <em>pulley</em> dan <em>v-belt</em> adalah dirasa lebih mudah dan efisien dalam proses pengerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hitungan ukuran <em>pulley</em> dan <em>v-belt</em> yang cocok untuk mesin pencacah yang telah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental desain, yaitu melakukan pengukuran, pengamatan dan perhitungan terhadap spesifikasi teknis dari mesin, kemudian menganalisis data tersebut sehingga memperoleh gambaran mengenai kinerja mesin yang pada akhirnya dapat memberikan gambaran tentang kelayakan mesin. Hasil penelitian diperoleh: : (1) ukuran <em>pulley</em> berdiamaeter 90 mm dan 180 mm dengan bahan dari baja ST37. (2) Panjang <em>v-belt</em> yang dibutuhkan = 1.333,95 mm. (3) Jarak sumbu poros&nbsp; <em>v-belt</em> = 609,23 mm. (4) Kecepatan keliling <em>pulley</em> penggerak v<sub>P</sub> = 13,18 m/s. (5) Gaya keliling yang timbul F<sub>rate</sub> = 108,34 N.</strong></p> 2021-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/JMN/article/view/16202 Perancangan Mesin Pengepress Ampas Tahu Elektrik 2021-07-27T21:33:42+07:00 Fatkur Rhohman fatkurrohman@unpkediri.ac.id M. Khoirul Anam Khonam13@gmail.com Danu Pamungkas danupams77@gmail.com <p><strong>Tempe bungkil atau tempe gembos adalah salah satu makanan tradisional khas kediri yang dibuat dari bahan baku ampas tahu. Ampas tahu harus diperas untuk mengurangi kadar air yang ada dalam ampas hingga tersisa 20% saja. Sisa air tersebut akan berguna untuk proses peragian tempe. Namun dalam proses pemerasan tersebut membutuhkan waktu lama, yaitu sekitar 10 jam. Selain itu, proses pemerasan juga menggunakan tenaga besar, antara lain : untuk mengangkat dan menurunkan ampas basah ke dan dari tempat pemerasan lalu mengangkat balok cor untuk menindih ampas yang akan di peras dan menurunkannya. Sehingga untuk memudahkan proses tersebut, dirancanglah alat bantu berupa mesin pengepress ampas tahu secara elektronik. Diharapkan rancangan tersebut bisa menjadi gambaran untuk mengembangkan alat pengepress dan mempermudah proses pengerjaan pemerasan ampas tahu.</strong></p> 2021-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Fatkur Rhohman, M. Khoirul Anam, Danu Pamungkas