Analisa Dasar Proses Pengolah Sampah Plastik Bekas Menjadi Bahan Bakar Alternatif Dengan Proses Pirolisis
PDF

Keywords

bahan bakar alternatif
kandungan hasil pengolahan
pirolisis
sampah plastik

How to Cite

[1]
nuryosuwito nuryosuwito and fatkur rhohman, “Analisa Dasar Proses Pengolah Sampah Plastik Bekas Menjadi Bahan Bakar Alternatif Dengan Proses Pirolisis”, J, vol. 2, no. 1, pp. 10-17, Aug. 2019.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya sampah plastik yang sulit terurai. Sampah plastik menjadi sebab munculnya berbagai permasalahan, seperti: sumber penyakit, pencemaran tanah, pencemaran air, dan jika dibakar menjadi pencemaran udara yang sangat berbahaya bagi yang menghirupnya. Belum adanya cara pengolahan sampah plastik yang tepat menjadi masalah yang serius kedepan. Upaya pemanfaatan kembali (Reuse) hanya berguna untuk memperpanjang masa pakai, tetapi tidak mengurangi jumlah sampah yang ada. Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk menyelesaikan permasalahan dari sampah plastik dengan cara merubah sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti bensin. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah untuk mengambil data yang dihasilkan dari proses pirolisis, meliputi data suhu api kompor, suhu tungku, suhu dalam tungku, suhu pendingin, jumlah cairan yang dihasilkan dari hasil proses pirolisis tersebut, dan residu yang dihasilkan dari proses pirolisis tersebut. sehingga dapat diperoleh menurunan bobot dari sampah awal dengan sampah akhir. Gambaran proses untuk merubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif tersebut adalah dengan dilakukan pembakaran sampah agar menjadi bentuk cair dalam alat pirolisis. Dari penelitian ini, diperoleh beberapa data yang diperoleh dari hasil proses pirolisis tersebut. Dari data yang telah diketahui, untuk suhu api, suhu luar tungku, dan suhu dalam tungku, dan jumlah BBM hasil pirolisis senderung meningkat, sampai pada suatu waktu cenderung stabil. Hal itu menandakan bahwa proses telah selesai karena sampah sudah tidak bisa diolah menjadi bahan bakar cair lagi. Sedangkan untuk suhu ruang pendingin, terjadi kenaikan dan penurunan yang tidak stabil. Sehingga tidak bisa digambarkan dengan baik

https://doi.org/10.29407/jmn.v2i1.13124
PDF

References

[1] M. Aris and M. Sudiaman, “Setiap Hari Indonesia Produksi Sampah 65 Juta Ton,” Republika.co.id, 2017. [Online]. Available: https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/03/15/omv2sg319-setiap-hari-indonesia-produksi-sampah-65-juta-ton. [Accessed: 24-Dec-2018].

[2] KLH, “Buku Panduan Mengelola Sampah Rumah Tangga Dengan Prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replant).” Kementrian Lingkungan Hidup RI, Pakanbaru, Riau, 2007.

[3] VEDC Malang, Sampah dan Pengelolaannya. Malang: Indah Offset, 1998.

[4] Anonim, “waktu pembusukan sampah,” http://www.erabaru.net, 2016. [Online]. Available: http://www.erabaru.net/2016/05/26/tahukah-anda-berapa-lama-sampah-anda-membusuk/. [Accessed: 11-Oct-2018].

[5] S. Subekti, “Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 3R Berbasis Masyarakat,” in Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang, 2010, pp. 24–30.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2019 Jurnal Mesin Nusantara