HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA
DOI:
https://doi.org/10.29407/judika.v9i2.27448Keywords:
Kata kunci : Hipertensi, Lansia, Pola MakanAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak dialami lansia dan menjadi penyebab utama komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Berdasarkan data World Healt h Organization (2021), sekitar 1 dari 3 orang dewasa secara global menderita hipertensi, dan angkanya meningkat signifikan pada usia lanjut. Data Dinas Kesehatan Kota Kupang Tahun 2022 mencatat dari 29.149 kasus hipertensi, 4.985 pasien berada di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, Kota Kupang. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah pola makan, namun perubahan gaya hidup masyarakat modern cenderung mengarah pada konsumsi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan rendah serat, yang turut meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia yang berkunjung ke Puskesmas Oesapa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 lansia diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi makanan (FFQ) dan pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Penelitian dilakukan kepada 60 responden lansia, dengan hasil sebanyak 33 orang (55%) memiliki pola makan buruk dan 35 orang (58,3%) teridentifikasi mengalami hipertensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,048 yang lebih kecil dari α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian hipertensi pada lansia. Terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Oesapa. Edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan rendah natrium dan tinggi serat perlu ditingkatkan agar dapat mencegah terjadinya hipertensi pada lansia.
Downloads
References
1. Febriana, A., & Heryyanoor, H. (2023). Manajemen diet DASH sebagai intervensi pada lansia hipertensi: systematic review. Jurnal Kesehatan Terpadu, 4(2), 101–110.
2. Felix, R. (2024). Cohort study on DASH diet adherence and risk of hypertension in elderly. Journal of Nutrition and Health, 12(1), 44–53. (https://doi.org/10.3390/nu16081450)
3. Global Burden of Disease (GBD) 2023 Risk Factors Collaborators. (2023). Global, regional, and national comparative risk assessment of 87 risk factors for 369 diseases and injuries, 1990–2021. The Lancet, 402(10395), 123–156. (https://doi.org/10.1016/S0140-6736(23)01014-2)
4. Hamzah, R., et al. (2021). Pola makan dan kejadian hipertensi: studi epidemiologi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 77–85.(https://doi.org/10.1111/jch.14204)
5. Jayedi, A., Ghomashi, F., Zargar, M. S., & Shab-Bidar, S. (2021). Dietary approaches to stop hypertension (DASH) diet, Mediterranean diet and blood pressure: A systematic review and meta-analysis.Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases, 31(8), 1945–1954.(https://doi.org/10.1016/j.numecd.2021.04.005)
6. Khoirunnisa, T., Arjuna, T., & Pangastuti, R. (2024). Hubungan asupan natrium, kalium, dan gejala depresi dengan hipertensi pada lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada Repository.
7. Lasanuddin, H. V., et al. (2023). Hubungan stres dan diet DASH dengan kejadian hipertensi pada lansia. PREPOTIF Journal, 7(4), 221–229.
8. Mukti, B., et al. (2022). Efektivitas diet DASH terhadap tekanan darah: meta-analisis. Jurnal Ilmiah PANNMED, 17(3), 205–214.
9. Patel, S. M., et al. (2022). Effectiveness of community-based interventions for hypertension management in low- and middle-income countries: A systematic review. BMJ Global Health, 7(5), e008755. (https://doi.org/10.1136/bmjgh-2021-008755)
10. Riskesdas. (2023). Riset Kesehatan Dasar 2023. Badan Litbangkes Kemenkes RI.
11. Sapitri, A. R., et al. (2023). Hubungan kepatuhan diet dengan derajat hipertensi pada lansia. Jurnal Keperawatan, 11(2), 89–97.
12. Sistikawati, H. I., Fuadah, I. W., Salsabila, N. A., Atha Firza Azzahra, A., Aesyah, A., Insyira, I., Pramudya Fahry Adhitama, P. F., Kusuma Anggraini, R., & Nurhasmadiar Nandini, N. (2021). Literature Review: Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Hipertensi. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(1), 57-62. (https://doi.org/10.14710/mkmi.20.1.57-62)
13. Soraya, N., et al. (2024). Asupan natrium dan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan. Jurnal Kesehatan Terpadu, 5(1), 55–63.
14. Tasya Khoirunisa, T., et al. (2024). Peran kalium dalam pengendalian hipertensi: tinjauan literatur. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 33–41.
15. Unger, T., et al. (2020). 2020 International Society of Hypertension global hypertension practice guidelines. Hypertension, 75(6), 1334–1357. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.120.15026
16. Whelton, P. K., Carey, R. M., Aronow, W. S., et al. (2018). 2017 ACC/AHA guideline for the prevention, detection, evaluation, and management of high blood pressure in adults. JACC, 71(19), e127–e248.(https://doi.org/10.1016/j.jacc.2017.11.006)
17. WHO. (2021). Hypertension. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
18. WHO. (2023). Sodium reduction. World Health Organization. (https://www.who.int/newsroom/fact-sheets/detail/salt-reduction)
19. Zhou, B., et al. (2022). Worldwide trends in hypertension prevalence and progress in treatment and control from 1990 to 2019. The Lancet, 398(10304), 957–980. (https://doi.org/10.1016/S0140-6736%2821%2901330-1)
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


