Persepsi Masyarakat Terhadap Dampak Perubahan Lingkungan Laut di Kota Ternate: Studi Kasus pada Komunitas Pesisir dengan Menggunakan Kuesioner
DOI:
https://doi.org/10.29407/jbp.v13i1.26692Keywords:
persepsi masyarakat, lingkungan laut, pesisirAbstract
Perubahan lingkungan laut menjadi isu global yang berdampak signifikan terhadap ekosistem pesisir dan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, termasuk di Kota Ternate. Fenomena seperti kenaikan permukaan laut, polusi, dan kerusakan ekosistem laut mempengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan. Meskipun dampak tersebut dirasakan oleh masyarakat setempat, persepsi mereka terhadap perubahan lingkungan laut di Kota Ternate masih kurang dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan lingkungan laut dan faktor-faktor yang memengaruhi pandangan mereka, dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan lingkungan dan kebijakan mitigasi yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat pesisir. Hasil survei terhadap 155 responden menunjukkan bahwa 82,6% tinggal di wilayah pesisir, namun pemahaman mendalam terhadap perubahan iklim masih rendah. Responden mengidentifikasi pencemaran sampah (45,8%) dan penangkapan ikan dengan bahan peledak (42,6%) sebagai penyebab utama kerusakan laut. Dampak yang dirasakan meliputi kerusakan estetika pantai (52,9%), gangguan kesehatan (32,3%), dan penurunan hasil tangkapan ikan (28,4%). Meskipun 49,4% responden pernah mendengar istilah mikroplastik, pemahaman yang mendalam masih rendah. Sebagian besar responden menyatakan kekhawatiran tinggi terhadap pencemaran dan kehilangan keanekaragaman hayati laut. Terkait abrasi pantai, 56,1% menyebut gelombang tinggi sebagai penyebab utama, dan 42,6% mengaku mengalami kerusakan infrastruktur. Upaya mitigasi yang paling dikenal masyarakat adalah pengelolaan sampah yang baik (63,9%), pelarangan penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan (47,7%), dan penanaman mangrove (41,3%). Sebanyak 56,1% responden percaya bahwa pelestarian lingkungan laut merupakan tanggung jawab bersama, dan 60% menyatakan bersedia terlibat dalam aksi nyata. Dukungan terhadap kebijakan perlindungan laut sangat tinggi (98,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran terhadap isu lingkungan laut sudah cukup tinggi, masih diperlukan peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif melalui edukasi dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait.
References
Angraeni, N., Anggowa, S., Baderan, D. W. K., & Hamidun, M. S. (2022). Dampak pencemaran sampah terhadap lingkungan sekitar pantai blue marlin di kelurahan leato selatan kota gorontalo. 185–191.
Apriliana, N. D. A. (2023). Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia: Anugerah Alam Dan Tantangan Pelestariannya. 1–6.
Asror, A. Z. A., Subekti, S., Mustapit, & Luthfiyah, L. (2023). Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah Di Pesisir Pantai. AGRIBIOS, 21(2), 267. https://doi.org/10.36841/agribios.v21i2.3563
B. K. Ternate. (2022). Laporan Penilaian Dampak Perubahan Lingkungan Laut di Ternate.
Ervianto, A., & Bambang, H. (2021). Analisis Dampak Abrasi Pantai Terhadap Lingkungan Sosial Di Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. 1–8.
J. E. Cinner. (2018). A social-ecological approach to assessing community resilience to climate change. 359(6378), 1143–1147.
Jamika, F. I., Dewata, I., Maharani, S., Primasari, B., & Dewilda, Y. (2023). Dampak Pencemaran Mikroplastik di Wilayah Pesisir Laut. 7(3), 337–344.
Leiserowitz, A., Rosenthal, S., Verner, M., Lee, S., Ballew, M., Carman, J., Goldberg, M., Marlon, J., & Paramita, E., Chamim, M., Mohamad, P. & Daggett, M. (2023). Climate Change in the Indonesian Mind. Yale School Of The Environtment, 6. https://climatecommunication.yale.edu/wp-content/uploads/2023/09/climate-change-in-the-indonesian-mind-e.pdf
N. Fatimah. (2020). Kerusakan Terumbu Karang dan Dampaknya terhadap Masyarakat Pesisir di Maluku Utara. Kelaut, 12(3), 55–67.
Ningsih, E. N., Agussalim, A., & Barus, B. S. (2024). Variabilitas Spasio-Temporal Suhu Permukaan Laut di Pesisir Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. 9(1), 1–10.
Nugroho, S. (2020). Peran Masyarakat Pesisir dalam Pemulihan Ekosistem Laut. Jurnal Sosial Dan Lingkungan, 5(1), 89–102.
Potabuga, E. E. P., Taroreh, R., & Supardjo, S. (2023). Analisis Pengaruh Bencana Abrasi Terhadap Area Pesisir Pantai Iyok Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Spasial, 11(1), 9–17.
Purba, N. P., Pasaribu, B., Faizal, I., Martasuganda, M. K., Ilmi, M. H., Febriani, C., & Alfarez, R. (2023). Coastal clean-up in Southeast Asia : lessons learned, challenges, and future strategies. 1–10. https://doi.org/10.3389/fmars.2023.1250736
R. aryanto, B., & U. (2018). Persepsi Masyarakat Pesisir terhadap Dampak Perubahan Iklim di Indonesia.
Sembiring, I., Wantasen, A., & Ngangi, E. L. A. (2012). Manfaat Langsung Terumbu Karang Di Desa Tumbak Kabupaten Minahasa Tenggara. VIII, 58–63.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. In Bandung: Alfabeta.
Suryatini, K. Y., & Rai, I. G. A. (2020). Potensi pemulihan ekosistem terumbu karang: dampak positif pandemi Covid-19 terhadap lingkungan. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, IX(2), 206–215. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/index
Utara, B. P. M. (2023). Kajian Ekosistem Laut Maluku Utara: Dampak Perubahan Lingkungan dan Upaya Mitigasi. In Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Wahyudin, G. D., & Afriansyah, A. (2020). Penanggulangan Pencemaran Sampah Plastik Di Laut Berdasarkan Hukum Internasional. IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 8(3), 16–19. https://doi.org/10.1016/j.marenvres.2014.05.010
White, C. M., Mangubhai, S., Rumetna, L., & Brooks, C. M. (2022). The bridging role of non-governmental organizations in the planning , adoption , and management of the marine protected area network in Raja Ampat , Indonesia. 141(February).
Wicaksono, E. A. (2022). Ancaman Pencemaran Mikroplastik dalam Kegiatan Akuakultur di Indonesia. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 5(2), 77–91. https://doi.org/10.35911/torani.v5i2.20106
Witari, M. R., Saidi, A. W., & Sariasih, K. (2021). Dampak Abrasi Terhadap Lingkungan Dan Sosial Budaya Di Wilayah Pesisir Pantai Pabean, Gianyar. 13(01), 27–35.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ningsi Saibi S.Pd., M.Si, Dr. Ilham Majid S.Pd., M.Si, Aswal Salewangen S.Pd., M.Pd

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License



