HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGAN KABUPATEN KEDIRI
DOI:
https://doi.org/10.29407/judika.v10i1.28636Keywords:
Tingkat stres, kadar glukosa darah, diabetes mellitusAbstract
Diabetes melitus yang tidak terkontrol secara optimal dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan insulin. Berdasarkan studi pendahuluan melalui wawancara dengan tenaga kesehatan pada tahun 2023, diperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling sehingga diperoleh 55 responden. Variabel independen adalah tingkat stres, sedangkan variabel dependen adalah kadar glukosa darah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2026. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stres dalam kategori sedang, serta mayoritas memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai probabilitas (p = 0,001) < (α = 0,05), sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri.
Downloads
References
ADA (American Diabetes Association). 2024. Standards of Care in Diabetes—2024. Diabetes Care. Vol. 47(Supplement_1). Page S1-S4
Andoko, A., et al. 2024. Hubungan Stres dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan Terkini. Vol. 05(1). Page 12-18
Brunner & Suddarth. 2020. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 12. Jakarta: EGC. Hal 120-135
Dereik, et al. 2023. Pengaruh Hormon Kortisol terhadap Fluktuasi Glukosa Darah pada Kelompok Lansia. Journal of Endocrinology and Metabolism. Vol. 08(2). Page 45-50
Ina, et al. 2024. Intervensi Perubahan Pola Hidup dan Manajemen Stres pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan Komunitas. Vol. 12(1). Page 30-37
International Diabetes Federation. 2021. IDF Diabetes Atlas 10th Edition. Brussels: International Diabetes Federation
Isnaini. 2023. Aktivasi Aksis Hipotalamus-Hipofisis-Adrenal pada Kondisi Stres Psikologis. Jurnal Fisiologi Indonesia. Vol. 04(3). Page 88-94
Kementerian Kesehatan RI. 2023. Laporan Riset Kesehatan Dasar Terkait Prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI
Lazarus, R.S. & Folkman, S. 2023. Stress, Appraisal, and Coping. New York: Springer Publishing Company. Page 150-165
Notoatmodjo, S. 2022. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Hal 56-70
Nursalam. 2021. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. Jakarta: Salemba Medika. Hal 102
Pambudi, A. 2023. Patofisiologi Respon Stres pada Penyakit Metabolik. Jurnal Kedokteran Indonesia. Vol. 02(4). Page 210-215
Ritonga, S. & Ningsih, W. 2024. Manajemen Psikososial dan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus. Jakarta: EGC. Hal 45-52
Smeltzer, S.C. 2021. Textbook of Medical-Surgical Nursing. 15th Edition. Philadelphia: Wolters Kluwer. Page 800-815
Sugiyono. 2023. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Hal 12
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hakim Tobroni HR, Nirmala K. S, Evi Tunjung Fitriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


