Hubungan Antara Psychological Well-Being Dan Self-Esteem Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Yang Mengalami Toxic Relationship Di Universitas Negeri Makassar

Isi Artikel Utama

Ainun Nur Isliani Asis
Farida Aryani
Fitriana

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Psychological well-being dengan Self-esteem Mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang mengalami Toxic Relatinship di Universitas Negeri Makassar, Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah 215 mahasiswa bimbingan dan konseling (BK) yang berpacaran, sedangkan pengambilan sampel ini menggunakan teknik non-probability dengan metode Porposive Sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 142 Mahasiswa Bk yang mengalami toxic relationship. Instrumen penelitian ini berupa skala toxic relationship (Fuller), skala Psychological well-being (Ryff), serta skala self-esteem (Rosenberg) yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam hal tingkat Psychological well-being maupun self-esteem. Dari Hasil Uji Perbandingan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa Bimbingan dan konseling (BK) laki-laki dan perempuan dalam hal tingkat Psychological well-being maupun self-esteem. Hal ini menegaskan bahwa fenomena toxic relationship, Psychological well-being dan self-esteem tidak semata-mata ditentukan oleh gender melainkan oleh faktor personal, emosional, sosial, dan lingkungan.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Asis, A. N. I., Aryani, F., & Fitriana, F. (2025). Hubungan Antara Psychological Well-Being Dan Self-Esteem Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Yang Mengalami Toxic Relationship Di Universitas Negeri Makassar. Nusantara of Research : Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 13(1), 55-65. https://doi.org/10.29407/nor.v13i1.28403

Referensi

Ady, D. A. A. (2022). Self-esteem sebagai prediktor terhadap kecenderungan toxic relationship pada dewasa awal yang berpacaran. Fakultas Psikologi, Universitas Bosowa Makassar. https://doi.org/10.56326/jpk.v3i1.2170

Ahmad, A. T. (2025). Self-esteem sebagai prediktor kesejahteraan psikologis pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 5(2).

Ananda, E., Savitri, L., Kusnadi, S. K., Elisnawati, E., Anggoro, H., Saputra, A., & Lusiani, N. (2022). Self-esteem dengan resiliensi pada perempuan korban toxic relationship. Journal of Gender Equality and Social Inclusion (GESI), 1(1), 43.

Aryani, F., & Umar, N. F. (2022). Construct validity of Ryff’s psychological wellbeing version using confirmatory factor analysis (CFA). 8(2), 128–135.

Azzahra, A. A., & Rahmawati, D. H. (2025). Analisis komunikasi interpersonal dalam konteks pola manipulasi emosional sebagai kekerasan berbasis gender. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi, 4(1), 268–279.

Harum, A. (2022). Peningkatan self-esteem siswa melalui kombinasi teknik restrukturisasi kognitif dan visualisasi. JCOSE: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1), 1–12.

Knee, C. R., Canevello, A., Bush, A. L., & Cook, A. (2008). Relationship-contingent self-esteem and the ups and downs of romantic relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 95(3), 608–627. https://doi.org/10.1037/0022-3514.95.3.608

Munandar, A., Purnamasari, S. E., Peristianto, S. V., & Universitas Mercu Buana Yogyakarta. (2020). Psychological well-being pada keluarga broken home. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 22(1).

Priscilia, P., Punia, I. N., & Mahadewi, N. M. A. S. (2023). Fenomena perilaku toxic relationship dalam hubungan berpacaran kawula muda di Jakarta Selatan. Jurnal Ilmiah Sosiologi, 3(2), 1–10.

Putra, D. A., & Tyas, P. H. P. (2023). Fenomena toxic relationship dalam berpacaran. Journal of Counselling and Personal Development, 5(1), 3. https://e-journal.usd.ac.id/index.php/solution/index

Putri, S. R., & Huwae, A. (2025). Self-esteem and psychological well-being among university students who are victims of toxic relationships. 6(2).

Rahmawati, I. (2017). Nilai sense of community pada kesejahteraan psikologis dalam menghuni (housing well-being): Studi meta-analisis. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 2(1), 81–96. https://doi.org/10.21580/pjpp.v2i1.952

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069

Ryff, C. D. (2014). Psychological well-being revisited: Advances in science and practice. Psychotherapy and Psychosomatics, 83(1), 10–28. https://doi.org/10.1159/000353263

Safitri, W. A., & Sama’i. (2022). Dampak kekerasan dalam berpacaran (The impact of violence in dating). Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa UNEJ, 1(1), 1–6.

Sekarini, A., Hidayah, N., & Hayati, E. N. (2020). Konsep dasar flourishing dalam psikologi positif. Psycho Idea, 18(2), 124–134. https://doi.org/10.30595/psychoidea.v18i2.6502

Septiandinny, C. (2022). Psychological well-being pada perempuan dewasa awal setelah mengalami toxic relationship dalam berpacaran [Skripsi sarjana].

Wulandari, P. Y. (2019). Waspada toxic relationship semakin meningkat setiap tahunnya. Unair News, 18.

Wulandari, R., Yunindyawati, Y., & Lidya, E. (2021). Fenomena toxic relationship dalam pacaran pada mahasiswa Universitas Sriwijaya [Skripsi sarjana, Universitas Sriwijaya].

Zahroh, E. A., Mauludiyah, L., Nuqul, F. L., & Ridho, A. (2024). Pengaruh dukungan emosional dan toxic relationship terhadap psychological well-being pada mahasiswa. Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, 6(2), 115–121. https://doi.org/10.31289/tabularasa.v6i2.2579

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.