ANALISIS FAKTOR PERTUMBUHAN INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA

  • Faisol Faisol Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Suhardi Suhardi
Abstract views: 1057 , PDF downloads: 0

Abstract

Industri manufaktur merupakan sektor terbesar dalam memberikan kontribusi terhadap PDB di Indonesia. Dalam empat tahun terakhir menunjukkan bahwa meskipun jumlah output sektor industri manufaktur dari tahun ke tahun cenderung meningkat, namun permasalahnnya bila dilihat dari data empiris persentase pertumbuhan kontribusi sektor industri manufaktur di Indonesia cenderung mengalami penurunan dalam periode 2011-2015. Dalam jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sumberdaya manusia, yang kemudian akan mengarah pada kinerja perusahaan yang lebih besar yaitu baik kinerja keuangan maupun kinerja non keuangan, yang kesemuanya akan meningkatkan gross domestic product sebagai cerminann ukuran meningkatknya pendapatan per capita suatu Negara.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris dampak investasi human capital yang diinterpretasikan dengan tingkat pendidikan baik jangka pendek maupun jangka panjang terhadap produktifitas Industri Manufaktur Indonesia. Data penelitian ini adalah data sekunder yang diterbitkan oleh World Bank dan International Financial Statistic (IFS) untuk periode 1984-2014. Untuk menganalisis fenomena jangka pendek dan jangka panjang, dengan menggunakan pendekatan Engle-Granger Cointegrationan dan Error Correction Model (ECM). Tahapan proses pengolahan data adalah Uji Stationeitas. Uji Kointegrasi dan Uji ECM dengan bantuan software Eviews 7.

Dari hasil estimasi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara human capital dengan pertumbuhan nilai tambah industri manufaktur (IMVA). Pada hasil estimasi persamaan jangka pendek maupun jangka panjang human capital di proksi dengan tingkat pendidikan pada level primary (Pri) dan level secondary (Sec) berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan nilai tambah industri manufaktur di Indonesia. Selanjuntya hasil estimasi persamaan jangka panjang, juga menunjukkan bahwa variabel gross capital formation (GCF), labor force (LBF), enrollment in primary (Pri), dan enrollment in secondary (Sec) memiliki pengaruh yang positif terhadap produktifitas industri manufaktur Indonesia yang dicerminkan oleh variabel nilai tambah industri manufaktur (IMVA). Sedangkan variabel enrollment in tertiary dan GDP yang berpengaruh tidak signifikan terhadap IMVA dalam jangka panjang

Published
2016-09-01
How to Cite
Faisol, F., & Suhardi, S. (2016). ANALISIS FAKTOR PERTUMBUHAN INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA. JAE (JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI), 1(1), 64-81. https://doi.org/10.29407/jae.v1i1.435
Section
Volume 1 No 1 Tahun 2016