Studi Pemanfaatan Limbah Lumpur Merah Sebagai Bahan Baku Refraktori dengan Paduan Kaolin, Abu Sekam, dan Pasir Kuarsa Berbasis Potensi Lokal Kalimantan Barat

Authors

  • Dwi Handoko Politeknik Negri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.29407/jmn.v9i1.28867

Keywords:

Red mud, Kaolin, Husk ash, Quartz sand, Refractory

Abstract

Lumpur merah atau red mud adalah limbah yang dihasilkan dari pengolahan bauksit menjadi alumina.  Limbah ini seringkali dibuang atau disimpan tanpa diproses atau dimanfaatan secara optimal sehingga dapat menimbulkan permasalah lingkungan kemudian hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan limbah lumpur merah dengan paduan kaolin, abu sekam dan pasir kuarsa yang merupan sumber daya alam lokal Kalimantan Barat, untuk dapat dijadikan bahan refraktori. Tantangan dari penelitian ini yaitu menentukan variasi dalam komposisi kaolin, abu sekam dan pasir kuarsa dalam mempengaruhi sifat fisik dan termal dari bahan refraktori yang dihasilkan. Metode penelitian meliputi menganalisis komposisi kimia dan fisik limbah lumpur merah, menguji sampel dari variasi bahan paduan tersebut, serta melakukan pengujian sifat mekanik dan termal. Luaran dari penelitian ini adalah pengembangan bahan refraktori yang efisien dan ramah lingkungan, serta publikasi hasil penelitian dalam jurnal ilmiah. Studi ini berharap tidak hanya memberikan solusi untuk masalah limbah, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku refraktori di Indonesia dengan pemanfaatan sumber daya alam lokal Kalimantan Barat.

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract views: 0 , PDF downloads: 0

References

[1] G. Power, M. Gräfe, and C. Klauber, “Bauxite residue issues: I. Current management, disposal and storage practices,” Hydrometallurgy, vol. 108, no. 1, pp. 33–45, Jun. 2011, doi: 10.1016/j.hydromet.2011.02.006.

[2] Y. Hua, K. V. Heal, and W. Friesl-Hanl, “The use of red mud as an immobiliser for metal/metalloid-contaminated soil: A review,” J. Hazard. Mater., vol. 325, pp. 17–30, Mar. 2017, doi: 10.1016/j.jhazmat.2016.11.073.

[3] V. M. Sglavo et al., “Bauxite ‘red mud’ in the ceramic industry. Part 1: thermal behaviour,” J. Eur. Ceram. Soc., vol. 20, no. 3, pp. 235–244, Mar. 2000, doi: 10.1016/S0955-2219(99)00088-6.

[4] Z. Zhang, J. L. Provis, A. Reid, and H. Wang, “Mechanical, thermal insulation, thermal resistance and acoustic absorption properties of geopolymer foam concrete,” Cem. Concr. Compos., vol. 62, pp. 97–105, Sep. 2015, doi: 10.1016/j.cemconcomp.2015.03.013.

[5] D. Handoko and P. Pujarianto, “Pengaruh Komposisi Pasir Kuarsa Terhadap Sifat Bata Tahan Api (Firebrick) Berbahan Kaolin Dan Fly Ash,” J. Mesin Nusant., vol. 7, no. 1, pp. 113–125, Jun. 2024, doi: 10.29407/jmn.v7i1.21978.

[6] K. Kaya and S. Soyer-Uzun, “Evolution of structural characteristics and compressive strength in red mud–metakaolin based geopolymer systems,” Ceram. Int., vol. 42, no. 6, pp. 7406–7413, May 2016, doi: 10.1016/j.ceramint.2016.01.144.

[7] W. Wang, W. Chen, and H. Liu, “Recycling of waste red mud for fabrication of SiC/mullite composite porous ceramics,” Ceram. Int., vol. 45, no. 8, pp. 9852–9857, Jun. 2019, doi: 10.1016/j.ceramint.2019.02.024.

[8] M. V. Vasić, L. Radovanović, L. Pezo, and Z. Radojević, “Raw kaolinitic–illitic clays as high-mechanical-performance hydraulically pressed refractories,” J. Therm. Anal. Calorim., vol. 148, no. 5, pp. 1783–1803, Mar. 2023, doi: 10.1007/s10973-022-11848-w.

[9] C. Rodrigue Kaze et al., “Synergetic effect of rice husk ash and quartz sand on microstructural and physical properties of laterite clay based geopolymer,” J. Build. Eng., vol. 43, p. 103229, Nov. 2021, doi: 10.1016/j.jobe.2021.103229.

[10] E. Atan, M. Sutcu, and A. S. Cam, “Combined effects of bayer process bauxite waste (red mud) and agricultural waste on technological properties of fired clay bricks,” J. Build. Eng., vol. 43, p. 103194, Nov. 2021, doi: 10.1016/j.jobe.2021.103194.

[11] D. Handoko, “Studi Pengaruh Penambahan Alumina (AL2O3) Terhadap Sifat Mekanis dan Konduktifitas Panas Bahan Refraktori Paduan Kaolin dan Ash,” J. Mesin Nusant., vol. 8, no. 1, pp. 149–160, Jul. 2025, doi: 10.29407/jmn.v8i1.26047.

Downloads

PlumX Metrics

Published

2026-07-01

How to Cite

[1]
“Studi Pemanfaatan Limbah Lumpur Merah Sebagai Bahan Baku Refraktori dengan Paduan Kaolin, Abu Sekam, dan Pasir Kuarsa Berbasis Potensi Lokal Kalimantan Barat”, JMN, vol. 9, no. 1, pp. 202–209, Jul. 2026, doi: 10.29407/jmn.v9i1.28867.

Similar Articles

1-10 of 14

You may also start an advanced similarity search for this article.