taslim Potensi Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Solving Dipadu Kooperatif Jigsaw pada Konsep Ekosistem di SMP Negeri 3 Kota Ternate

Main Article Content

taslim nur

Abstract

Siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami materi ekosistem, oleh karena itu, perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang memungkinan siswa berpartisipasi aktif sehingga dapat memahami materi secara bermakna. Cara yang dianggap tepat dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif Jigsaw. Problem solving merupakan suatu metode pembelajaran yang menekankan pada kemampuan, cara memecahkan masalah yang dilaksanakan melalui tahapan: 1) pemahaman terhadap masalah/analisis masalah, 2) pemikiran suatu rencana pemecahan, 3) pelaksanaan pada suatu rencana pemecahan/implementasi dan, 4) peninjauan kembali hasil pemecahan/verifikasi. Model Jigsaw memiliki banyak kelebihan yakni; meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan meningkatkan keahlian dalam penyampaian ide-ide, meningkatkan kemampuan bekerjasama, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghargaai perbedaan serta meningkatkan proses dan hasil belajar serta respons siswa.  Kesulitan guru dewasa ini dalam mencari metode yang tepat dalam proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa banyak mengalami kendala diantaranya implementasi materi atau konsep yang berhubungan dengan biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif jigsaw dapat meningkatkan proses dan hasil belajar serta respons siswa pada konsep ekosistem di kelas VII siswa SMP Negeri 3 Ternate tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain mengacu pada model Kemmis dan Taggart. Hasil penelitian siswa SMP Negeri 3  Pada kelas VII-1 menunjukkan bahwa (1) Proses belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II, antara lain, (a) keaktifan siswa: nilai rata-rata 62,9 menjadi 66,9. (b) keterampilan kooperatif siswa secara klasikal 3,3 menjadi 3,7  (2) peningkatan hasil belajar serta respons siswa dari siklus I dan Siklus II antara lain (a) kemampuan kognitif siswa dari 64,1 menjadi 71,2 (b) keterampilan berpikir kritis 3,1 menjadi 4,5 (c) sikap siswa 62,9 menjadi 74,1.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Artikel