Peningkatan Pengetahuan Pengendalian Hipertensi melalui Edukasi Interaktif dan Booklet di Desa Jamusan
DOI:
https://doi.org/10.29407/dimastara.v5i2.28507Keywords:
booklet, edukasi kesehatan, hipertensi, pengabdian masyarakat, dewasa-lansiaAbstract
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan tingkat pengendalian yang masih rendah, terutama akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit dan terapinya. Laporan WHO Global Report 2023 menunjukkan bahwa hanya 54 persen penderita hipertensi yang terdiagnosis, 42 persen menerima pengobatan, dan hanya 21 persen yang mencapai pengendalian tekanan darah. Kondisi serupa ditemukan di Desa Jamusan, Kabupaten Temanggung, di mana hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan prioritas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi interaktif menggunakan booklet “Buku Harian Hipertensi”. Kegiatan menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest pada 35 peserta berusia ≥45 tahun dengan tekanan darah minimal kategori prehipertensi atau memiliki komorbid kardiometabolik. Intervensi berupa pemaparan materi interaktif disertai booklet dan diskusi bersama bidan desa. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah jawaban benar pada seluruh pertanyaan setelah intervensi. Peningkatan terbesar terdapat pada pemahaman mengenai ketergantungan obat antihipertensi dan keamanan obat terhadap fungsi ginjal. Kegiatan edukasi interaktif menggunakan media booklet “Buku Harian Hipertensi” terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi serta berpotensi menjadi strategi promotif dalam mendukung pengendalian hipertensi dewasa-lansia yang berkelanjutan di Desa Jamusan.
Downloads
References
[1] K. Kario, A. Okura, S. Hoshide, and M. Mogi, “The WHO Global report 2023 on hypertension warning the emerging hypertension burden in globe and its treatment strategy,” Hypertension Research, vol. 47, no. 5, pp. 1099–1102, 2024, doi: 10.1038/s41440-024-01622-w.
[2] G. Parati et al., “New perspectives for hypertension management: progress in methodological and technological developments,” Eur. J. Prev. Cardiol., vol. 30, no. 1, pp. 48–60, Jan. 2023, doi: 10.1093/eurjpc/zwac203.
[3] S. Lindblom et al., “Lifestyle counseling in patients with hypertension in primary health care and its association with antihypertensive pharmacotherapy,” The Journal of Clinical Hypertension, vol. 26, no. 7, pp. 816–824, 2024.
[4] M. Sari, C. U. Wahyuni, and T. P. Rahayu, “Analisis Masalah Kesehatan Pada Program Hipetensi di Dinas Kesehatan Kota Kediri Tahun 2024,” Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, vol. 10, no. 2, pp. 10–18, 2025.
[5] S. Omboni et al., “Evidence and recommendations on the use of telemedicine for the management of arterial hypertension: an international expert position paper,” Hypertension, vol. 76, no. 5, pp. 1368–1383, 2020.
[6] M. Karami, H. Ashtarian, M. Rajati, B. Hamzeh, and F. Rajati, “The effect of health literacy intervention on adherence to medication of uncontrolled hypertensive patients using the M-health,” BMC Med. Inform. Decis. Mak., vol. 23, no. 1, p. 289, 2023.
[7] M. Burnier and B. M. Egan, “Adherence in hypertension: a review of prevalence, risk factors, impact, and management,” Circ. Res., vol. 124, no. 7, pp. 1124–1140, 2019.
[8] E. Galmarini, L. Marciano, and P. J. Schulz, “The effectiveness of visual-based interventions on health literacy in health care: a systematic review and meta-analysis,” BMC Health Serv. Res., vol. 24, no. 1, p. 718, 2024.
[9] J. Dunnett et al., “Effectiveness and acceptability of interventions to improve readability of patient healthcare materials: A narrative systematic review,” Public Health, vol. 248, p. 105937, 2025, doi: https://doi.org/10.1016/j.puhe.2025.105937.
[10] A. P. Ningsih, N. Nurdin, A. Puspitha, S. Malasari, and K. Kadar, “The effect of culture-based education in improving knowledge of hypertension patients in Makassarese community in Indonesia,” Enferm. Clin., vol. 30, pp. 55–59, 2020, doi: https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2019.09.003.
[11] C. O. Ogolla, B. Guyah, and A. O. Maima, “Assessing the impact of community health education programs on preventing non-communicable diseases in rural areas,” BMC Public Health, vol. 25, no. 1, p. 4176, 2025, doi: 10.1186/s12889-025-22620-8.
[12] A. N. Fauziah, S. H. Bintari, E. Widowati, and W. H. Cahyati, “Hypertension Treatment Education on Medication Adherence and Control to Health Care Facilities,” Journal of Creativity Student, vol. 8, no. 1, pp. 15–22, 2025.
[13] J. P. Bispo Júnior, “Viés de desejabilidade social na pesquisa qualitativa em saúde,” Rev. Saude Publica, vol. 56, p. 101, 2022.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Hak cipta atas artikel apa pun dipegang oleh penulisnya.
- Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
- Artikel dan materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0


