Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum putra, Gondanglegi, Malang dalam Literasi Melalui Pelatihan Jurnalistik
DOI:
https://doi.org/10.29407/dimastara.v5i2.28150Keywords:
Santri Literacy, Journalism Training, Pesantren EmpowermentAbstract
This community service program aims to strengthen the literacy skills of students at the Miftahul Ulum Putra Islamic Boarding School in Gondanglegi through comprehensive journalism training. The low level of skill in analyzing information and the dominance of textual-religious literacy are the main reasons for the urgency of this activity amid information disruption. The method used is participatory assistance, which includes preparation, technical training (news writing, features, and opinion pieces), ongoing mentoring, and program evaluation. The results show a significant transformation in the intellectual capacity of the students, marked by their ability to distinguish facts from opinions and their proficiency in producing journalistic work that meets communication ethics standards. Furthermore, this program succeeded in forming a community of santri journalists as agents of change and revitalizing the pesantren's internal media, both in print and digital forms. This success reflects the harmonious integration of traditional pesantren literacy with modern information skills, which strengthens the role of santri in critical and transformative digital da'wah. As a recommendation, there is a need to expand the partnership network with external media institutions and develop a multimedia curriculum to ensure the sustainability of literacy culture in the pesantren environment
Downloads
References
[1] L. Fahrurrosi, M. T. I. Siregar, and H. Muzedi, “Transformasi Pondok Pesantren dalam Upaya Internalisasi Kompetensi Literasi Digital (Studi: Pondok Pesantren Modern Al-Rifa’I 2, Kabupaten Malang),” J. Tinta, vol. 7, no. 2, pp. 290–300, 2025.
[2] S. B. Mudore and M. Z. F. Rachmat, “Budaya Literasi di Pesantren: Analisis antara Tradisi, Modernitas, dan Tantangan Global,” Cendekiawan J. Pendidik. dan Stud. Keislam., vol. 4, no. 4, pp. 876–883, 2025.
[3] M. Mazdalifah, N. Savitri, and L. Elida, “Peningkatan Kapasitas Santri Sebagai Citizen Journalism melalui Workshop Jurnalistik di Pesantren SASBARA Simalungun,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. Nusant., vol. 5, no. 4, pp. 4960–4965, 2024.
[4] A. Rahmat and M. Mirnawati, “Model participation action research dalam pemberdayaan masyarakat,” Aksara J. Ilmu Pendidik. Nonform., vol. 6, no. 1, pp. 62–71, 2020.
[5] E. K. Nurnawati, R. Y. Ariyana, E. S. Arbintarso, and E. Susanti, “Menguatkan Literasi Digital dan Kreativitas Melalui Pelatihan Canva: Studi Kasus di Pondok Pesantren Kun Sholihan, Gunung Kidul dengan Pendekatan Participatory Action Research,” JNANADHARMA, vol. 3, no. 2, pp. 72–82, 2025.
[6] P. Reddy, K. Chaudhary, and S. Hussein, “A digital literacy model to narrow the digital literacy skills gap,” Heliyon, vol. 9, no. 4, 2023.
[7] P. B. Juvitasari, “Pendampingan Literasi Islam Moderat Pada Mahasiswa Baru di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung,” J. Pengabdi. Masy. Nusant., vol. 5, no. 1, pp. 1–12, 2025.
[8] A. H. Siswanto, F. P. P. Rahayu, S. S. Maulidi, and N. M. Hidayah, “Dakwah Transformatif Berbasis Literasi Digital: dari Model Normatif Menuju Advokasi Sosial,” J. Penelit. Ilm. Multidisipliner, vol. 2, no. 04, pp. 1130–1138, 2026.
[9] S. Nikou, M. De Reuver, and M. Mahboob Kanafi, “Workplace literacy skills—how information and digital literacy affect adoption of digital technology,” J. Doc., vol. 78, no. 7, pp. 371–391, 2022.
[10] B. M. R. Hidayati and A. Miftahurrohmah, “Strategi Pengembangan Literasi Digital Santri Melalui Pers Mahrusy Di Pondok Pesantren Lirboyo,” J. Kopis Kaji. Penelit. Dan Pemikir. Komun. Penyiaran Islam, vol. 5, no. 2, pp. 146–160, 2023.
[11] A. S. Farahiba, “Pengembangan gerakan literasi pondok berbasis pondok pesantren di yayasan pendidikan islam (YASPI) pondok pesantren sumber bungur pakong pamekasan,” in Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS), 2022.
[12] A. T. Prastyo and I. N. Inayati, “Implementasi budaya literasi digital untuk menguatkan moderasi beragama bagi santri (studi kasus di mahad uin maulana malik ibrahim malang),” INCARE (International J. Educ. Resour., vol. 2, no. 06, pp. 665–683, 2022.
[13] N. Nurhasanah, E. Ahman, and S. Yusuf, “Pengembangan model pembelajaran teaching factory,” J. Basicedu, vol. 6, no. 5, pp. 7986–7993, 2022.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Hak cipta atas artikel apa pun dipegang oleh penulisnya.
- Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
- Artikel dan materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0


