Pemberdayaan Masyarakat Desa Krenceng melalui Edukasi Siklus Hidup dan Pengendalian Aedes aegypti
DOI:
https://doi.org/10.29407/abhipraya.v3i2.28645Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Aedes aegypti, Siklus Hidup Nyamuk, Pengendalian Vektor, DBDAbstract
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Krenceng melalui peningkatan pengetahuan mengenai siklus hidup nyamuk dan teknis pembasmian sarang nyamuk secara mandiri. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai tempat pembiakan dan perilaku nyamuk sering kali menjadi faktor penyebab utama penularan DBD di lingkungan pemukiman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi lapangan mengenai pengenalan ciri-ciri dan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Materi edukasi difokuskan pada upaya pengendalian vektor, yaitu tindakan sistematis untuk membatasi atau menekan populasi organisme pembawa penyakit (vektor) guna memutus rantai penularan. Strategi yang ditekankan adalah penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan menguras, menutup, mengubur, serta tindakan pencegahan tambahan (3M Plus) dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Krenceng dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Dengan memahami siklus hidup nyamuk, masyarakat diharapkan mampu melakukan identifikasi dini dan eliminasi tempat perkembangbiakan nyamuk guna memutus rantai penularan virus dengue di tingkat desa.
Downloads
References
Hanum, S., dkk. (2022). Pemberdayaan Kader PKK dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pelatihan Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan.
Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2022: Strategi Nasional Penanggulangan Dengue. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Materi Edukasi DBD. (2026). Pengertian, Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah. Materi Sosialisasi Desa Krenceng.
Nasution, S., dkk. (2022). Edukasi Identifikasi Larva Aedes aegypti sebagai Upaya Preventif DBD pada Kelompok Ibu Rumah Tangga. Journal of Community Engagement.
Nurruhwati, I., et al. (2022). Ketahanan Telur Aedes aegypti pada Berbagai Media dan Kelembapan Lingkungan Pemukiman. Jurnal Vektor Penyakit, 16(1).
Pratama, R. (2021). Pergeseran Paradigma Masyarakat: Dari Ketergantungan Fogging Menuju Kemandirian Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Jurnal Kesehatan Komunitas.
Pratamawati, D. A., et al. (2021). Analisis Perilaku Nyamuk Aedes aegypti dan Pengetahuan Masyarakat terhadap Risiko DBD. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 7(2).
Sari, M., & Wijaya, A. (2023). Efektivitas Edukasi Audio-Visual dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Siklus Hidup Aedes Aegypti. Health Education Journal.
World Health Organization. (2024). Dengue: Global Situation and Prevention Strategies. Geneva: WHO Press.
World Health Organization. (2024). Manual operasional penyemprotan residu dalam ruangan: Pengendalian vektor malaria, penyakit yang ditularkan Aedes, penyakit Chagas, leishmaniasis, dan filariasis limfatik. Jenewa: World Health Organization
Yulanda, N., et al. (2023). Edukasi Pengendalian Vektor Berbasis Masyarakat: Implementasi Gerakan Mandiri Pemantau Jentik. Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat, 4(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Suci Anjarwati, Darsono Darsono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License









