Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Budidaya Perikanan Teknik Bioflok Di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu

  • Helvi Yanfika Universitas Lampung
  • Abdul Mutolib Universitas Lampung
  • Dame Trully Gultom Universitas Lampung
  • Dio Rheza Rivandi Universitas Lampung
Abstract views: 50 , PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 0
Keywords: bioflok, budidaya lele, KWT Bunda Jaya, pemberdayaan

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) KWT Bunda Jaya Bunda Jaya Pekon Enggalrejo, Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu dalam mengoptimalkan usaha perikanan air tawar sebagai sumber pendapatan alternatif.  Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan dilakuakan pelatihan dan pendampingan udidaya ikan lele menggunakan teknik bioflok. Target pemberdayaan yang akan dilakukan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Bunda Jaya tentang budiaya perikanan air tawar melalui teknik bioflok, meningatkan kapasitas SDM KWT Bunda Jaya dalam berwirausaha dan terciptanya sumber pendapatan alternatif anggota dan pengurus KWT Bunda Jaya dalam jangka panjang. Program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok di Pekon KWT Bunda Jaya Pekon Enggalrejo Kecamatan Adiluwih Pringsewu dilakukan melalui pemberian bantuan 1 kolam terpal berdiameter 2 meter, bibit ikan lele, pakan, obat-obatan, prebiotic dan kebutuhan lain untuk budidaya ikan lele dengan sistem bioflok selama satu siklus budidaya.  Terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota KWT Bunda Jaya pasca pengabdian/penyuluhan yang berkaitan dengan pengetahuan mengenai ikan lele dengan teknologi bioflok yang meningkat dari 18,79% menjadi 90,30%.  Tingkat pengetahuan anggota KWT mengenai kualitas air budidaya dengan teknologi bioflok meningkat signifikan dari 21,43% ke 92,00%.  Tingkat pengetahuan anggota KWT mengenai pemberian pakan, pakan alternative, dan penyakit meningkat dari 16,30% menjadi 87,69%.  Saat ini budidaya ikan melalui kolam bioflok terus berjalan dan usia ikan lele adalah 1 (satu) bulan setelah tebar bibit lele. 

References

Crab, R., Avnimelech, Y, Defoirdt,T. Bossier, P &Verstraete,W. 2007. Nitrogen Removal Techniques In Aquaculture for a Sustainable Production. Aquaculture, 270: 1-14

Gunadi, B. & Hafsaridewi, R. 2007. Pemanfaatan Limbah Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepenus) Intensif Dengan Sistem Heterotrofik Untuk Pemeliharaan Ikan Nila. Laporan Akhir Kegiatan Riset 2007 Sukamandi :Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air tawar. 18 hal.

Kementerian Pertanian. 2015. Statistik Ketahanan Pangan 2014. Jakarta: Badan Ketahan Pangan.

Murtidjo, B. A. 2008. Budidaya Udang Galah Sistem Monokultur. PT Kanisius. Yogyakarta. 117 hal.

Purnomo. 2012. Pengaruh Penambahan Karbohidrat Pada Media Pemeliharaan Terhadap Produksi Budidaya Intensif Nila (Oreochromis niloticus). Journal of Aquaculture Management and TechnologyVolume 1, Nomor 1, Tahun 2012,:

Schneider, O., V . Sereti, E.H. Eding.& Verreth, J.A.J. 2005. Protein Production by Heterotrophic Bacteria Using Carbon Supplemented Fish Waste. Paper presented in World Aquaculture 2005, Bali. Indonesia.

Winarni, T., Swastawati, F., Darmanto, Y. S., dan Dewi, E. N. 2003. Uji Mutu Terpadu pada Beberapa Spesies Ikan dan Produk Perikanan di Indonesia . Laporan Akhir Hibah Bersaing XI Perguruan Tinggi. Universitas Diponegoro . Downloaded from : http://eprints.undip.ac.id/23236/.

Published
2020-02-19
How to Cite
Yanfika, H., Mutolib, A., Gultom, D. T., & Rivandi, D. R. (2020). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Budidaya Perikanan Teknik Bioflok Di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 3(2), 215-225. https://doi.org/10.29407/ja.v3i2.13787