Pelatihan Massage Kebugaran Sebagai Media untuk Menciptakan Peluang Usaha Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek

  • Slamet Junaidi Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Yulingga Nanda Hanief Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Muhammad Yanuar Rizky Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • M. Anis Zawawi Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Weda Weda Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Moh Firdaus Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Rizki Burstiando Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Rendhitya Prima Putra Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Dhedhy Yuliawan Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Wing Prasetyawan Kurniawan Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Irwan Setyawan Universitas Nusantara PGRI Kediri
Abstract views: 121 , PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 0

Abstract

 

Massage adalah salah satu perawatan tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun jari-jari tangan. Dengan massage dapat memberikan manfaat berupa relaksasi, mengurangi nyeri, memperbaiki organ tubuh, dan memelihara kebugaran. Dengan mendapatkan massage/pijat diyakini peredaran darah akan semakin lancar, badan semakin relaks, tubuh lebih bugar dan berpengaruh pada peningkatan kesehatan. Terampil massage dapat membuka usaha baru yang akan memperbaiki kesejahteraan secara materi. Karena keberadaan seorang masseur/masseus sekarang sangat diperlukan, apalagi dalam olahraga. Tidak sedikit setiap klub sepak bola memiliki masseur/masseus yang handal dan para masseur/masseus menerima gaji besar. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan massage sebagai media untuk menciptakan peluan usaha bagi remaja Karang Taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek. Sasaran dalam pelatihan ini ditujukan pada remaja yang tergabung pada Karang Taruna Desa Ngulankulon. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode pemetaan social, sosialisasi, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan program dan monitoring dan evaluasi. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung, diperoleh beberapa hasil positif diantaranya: 1) Peserta menunjukkan antusias yang tinggi. Hal ini disebabkan karena memang selama ini jarang ada kegiatan pelatihan yang berkaitan tentang massage atau pijat, dan 2) Para peserta aktif bertanya dan menceritakan berbagai pengalaman mengalami cedera. Peserta juga kooperatif dalam melakukan praktek massage secara bergantian. Kesimpulan dalam pelatihan ini adalah dengan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada remaja serta menumbuhkan semangat berwirausaha dibidang jasa sebagai pendongkrak tingkat perekonomian masyarakat karang taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek.

References

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2008. Sport Massage. Jakarta :Proyek Pembinaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana.
Joesoef, Roepajadi. 2011. Massage Olahraga. FIK UNESA Surabaya.
Lawrence, Baloti. D., dkk. 1983. Massagework, A Practical Encyclopedia of Massage Techniques. New York : The Putman Publishing., Medison Avenue.
Nugraha, Ali Satya, Bambang, Riyadi. 2010. Massage Terapi Cedera Olahraga. Surakarta : Yuma Pustaka.
Wijanarko, Bambang., Slamet Riyadi. 2010. Sport Massage. Surakarta : Yuma Pustaka
Published
2017-11-30
How to Cite
Junaidi, S., Hanief, Y. N., Rizky, M. Y., Zawawi, M. A., Weda, W., Firdaus, M., Burstiando, R., Putra, R. P., Yuliawan, D., Kurniawan, W. P., & Setyawan, I. (2017). Pelatihan Massage Kebugaran Sebagai Media untuk Menciptakan Peluang Usaha Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 1(1), 39-44. Retrieved from https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/PPM/article/view/11718