ANALISIS MENGURANGI DOWNTIME PADA DIES DENGAN MENURUNKAN PROBLEM BURRY MENGGUNAKAN METODE QCC DAN FMEA
DOI:
https://doi.org/10.29407/jmn.v9i1.25076Keywords:
QCC, FMEA, DOWNTIME DIES, DiesAbstract
Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan industri yang sangat cepat, terutama dengan munculnya era Industri 5.0, yang bertujuan untuk meningkatkan peran sumber daya manusia dalam menyelesaikan berbagai tugas. Selama proses produksi, upaya terbaik harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas produk yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menyebabkan burry, yang menyebabkan banyak downtime pada dies stamping, dan juga untuk membuat solusi untuk masalah ini di perusahaan komponen otomotif. Berdasarkan data downtime dies stamping tahun 2023, masalah burry merupakan penyebab utama dengan total downtime mencapai 9.149,05 jam dari berbagai kasus yang terjadi. Studi ini menggunakan metode Quality Control Circle (QCC), yang didukung oleh beberapa alat analisis (seven tools), seperti Diagram Pareto, Fishbone Diagram, dan metode Failure Modes & Effect Analysis (FMEA). Nilai Risk Priority Number (RPN) digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan. Berdasarkan analisis data, downtime pada dies dan penyebab defect tertinggi diidentifikasi sebagai masalah burry. Perbaikan yang dilakukan meliputi proses welding, tuning, grinding, penggantian punch dan insert die/bottom, serta pembuatan dies baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa downtime pada dies berhasil menurun sebesar 3% pada line tandem dan 2% pada line progressive, baik untuk kategori medium maupun small. Setelah perbaikan, total downtime yang sebelumnya mencapai 9.149,05 jam pada tahun 2023 (selama 12 bulan) berhasil turun menjadi 3.716,36 jam pada tahun 2024 (selama 6 bulan). Dari penelitian ini, ditemukan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk proses stamping sebelum analisis downtime adalah Rp.53.055.000 dalam 6 bulan pada tahun 2023. Dengan melakukan analisis dan perbaikan downtime, terjadi penghematan biaya sebesar Rp.38.362.500 dalam 6 bulan pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan berhasil diterapkan.
Downloads
References
“1363-Article Text-3739-3-10-20220207”.
[2] S. D. Andryanto, “apa itu revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” https://tekno.tempo.co/apa-itu-revolusiindustri-4-0-dan-society-5-0/. .
[3] H. M. & Hasrul hasrul, “Analisa Kinerja Mesin Roughing Stand dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA),” Jurnal INTECH, vol. 3, p-ISSN. 2407-781X, 2017., vol. 3, 2017.
[4] A. Muhazir, Z. Sinaga, and A. A. Yusanto, “Analisis Penurunan Defect Pada Proses Manufaktur Komponen Kendaraan Bermotor Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA),” 2020. [Online]. Available: http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/jktm/index
[5] I. N. Rohman, R. Setiawan, and I. N. Gusniar, “Analysis of Reducing Loss Time in The Stamping Process in The AIDA 800 T Blanking Machine at PT. XYZ,” Jurnal Mesin Nusantara, vol. 6, no. 1, Jul. 2023, doi: 10.29407/jmn.v6i1.19448.
[6] A. P. Takaria Kevin Leonardo, “Analisa Losstime untuk Meningkatkan Produktivitas pada PT. PMI,” Titra, vol. 7, 2019.
[7] V. Gaspersz, Total Quality Management. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.
[8] W. W. Dharsono, “Penerapan Quality Control Circle Pada Proses Produksi Wafer Guna Mengurangi Cacat Produksi (Studi Kasus di PT XYZ Jakarta),” 2017.
[9] A. Muhazir, Z. Sinaga, and A. A. Yusanto, “Analisis Penurunan Defect Pada Proses Manufaktur Komponen Kendaraan Bermotor Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA),” 2020. [Online]. Available: http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/jktm/index
[10] “MENGGUNAKAN INTEGRASI QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus di CV. HALILINTAR PERKASA).”
[11] Nadiyah Rahmalian, “Plan Do Check Act (PDCA), Metode Pemecahan Masalah dan Perbaikan Berkelanjutan ,” https://tinyurl.com/mw29y3s5.
[12] H.Setiawan, “Penerapan Konsep Siklus Plan, Do, Check, Action (PDCA) Untuk Menigkatkan Kinerja Load Lugger .,” Industri Inovasi - Teknik Industri, pp. 71–78, Sep. 2021.
[13] “MENGGUNAKAN INTEGRASI QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus di CV. HALILINTAR PERKASA).”
[14] K. A. PUSTAKA Kajian Teori, “BAB II.”
[15] Universitas Bakrie, “Kenalan dengan Pengertian dan Jenis-jenis Manufaktur Selengkapnya di Sini,” https://bakrie.ac.id/articles/621-kenalan-dengan-pengertian-dan-jenis-jenis-manufaktur-selengkapnya-di-sini.html.
[16] “BAB II LANDASAN TEORI 2.”
[17] “Trimming.”
[18] “RPM_S_WULAN CAHYANINGTYAS”.
[19] HLC, “Cacat Stamping Logam|Jenis, Penyebab Dan Pencegahannya,” http://id.hlc-metalparts.com/news/metal-stamping-defects-75617063.html.
[20] Art Hedrick, “Terbelah atau retak?,” https://www.thefabricator.com/thefabricator/article/bending/die-science-splitting-or-cracking-.
[21] A. Zahri and A. Suryadi, “Perancangan Alat untuk Menghilangkan Cacat Burry pada Produk stay,” https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/proceeding/article/view/2700/2088 .
[22] M. Akhlis Rizza Jurusan Teknik Mesin and P. Negeri Malang Jl Soekarno Hatta no, “Analisis Proses Blanking dengan Simple Press Tool,” J. Rekayasa Mesin, vol. 5, no. 1, pp. 85–90, 2014.
[23] V. Suryadi, “Pengaruh Ketebalan MAterial dan Clearance Progressive Dies Terhadap Kualitas Produk Ring M7,” https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/30605/Pengaruh-ketebalan-material-dan-clearanceprogressive-dies-terhadap-kualitas-produk-ring-m7 .
[24] Z. Abidin, G. D. Pratama, A. Slamet, F. T. Putri, A. S. Alfauzi, and W. I. Nugroho, “Press Tool Jenis Simple Tool untuk Produksi SHIM Guna Meningkatkan Kualitas Produksi WELCAB,” J. Rekayasa Mesin, vol. 17, no. 3, p. 503, 2022.
[25] Mrihrenaningtyas and Bambang Setyono, “Progressive Dies Untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Pengunci Sabuk.,” Journal of Industrial Engineering and Management 8.1, 2016.
[26] M. Habibi and M. Mahardika, “Pengaruh Kecepatan Punch Terhadap Kedalaman Penetrasi dan Cacat Hasil Micro Deep Drawing dengan Sistem Pneumatik pada Material Aluminium AA1100,” J. Mech. Des. Test, vol. 2, no. 1, p. 67, 2020.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ferixco Ardana Wahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


