Program Pemberdayaan Remaja SMA Negeri 9 Berau dalam Pencegahan Anemia melalui Kampanye Gizi Seimbang di Wilayah Pesisir
DOI:
https://doi.org/10.29407/dimastara.v5i1.27335Keywords:
remaja, anemia, gizi seimbang, pemberdayaan masyarakatAbstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi, terutama anemia defisiensi zat besi, yang dapat menurunkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, dan prestasi akademik. Di wilayah pesisir Kabupaten Berau, pola konsumsi remaja cenderung rendah zat besi meskipun tersedia sumber pangan lokal yang kaya gizi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi dan kesadaran pencegahan anemia melalui program pemberdayaan remaja di SMA Negeri 9 Berau. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 27 November 2024 dengan pendekatan edukasi partisipatif berbasis sekolah. Metode mencakup pretest pengetahuan, penyuluhan interaktif mengenai gizi seimbang dan pangan lokal kaya zat besi, pemeriksaan kadar hemoglobin, serta posttest pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa sebesar 58,2 persen dan mayoritas memperoleh nilai posttest tinggi. Pemeriksaan hemoglobin mengungkapkan 51,1 persen siswa mengalami anemia, lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif efektif meningkatkan literasi gizi remaja, namun perubahan perilaku makan membutuhkan intervensi berkelanjutan. Program ini penting untuk membangun perilaku hidup sehat dan mendukung penurunan prevalensi anemia pada remaja di wilayah pesisir.
Downloads
References
[1] N. S. Mansour and D. R. Alsagheer, “Adolescence age group,” [Online]. Available: https://doi.org/10.31234/osf.io/c3hdk. [Accessed: 18-Oct-2025]
[2] A. Moore Heslin and B. McNulty, “Adolescent nutrition and health: characteristics, risk factors and opportunities of an overlooked life stage,” Proc. Nutr. Soc., vol. 82, no. 2, pp. 142–156, May 2023, doi: 10.1017/S0029665123002689.
[3] J. C. Salazar Quero and V. Crujeiras Martínez, “Nutrición en el adolescente,” Protoc. Diagn. Ter. Pediatr., vol. 1, pp. 467–480, 2023.
[4] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019. [Online]. Available: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/laporan-hasil-survei/. [Accessed: 18-Oct-2025].
[5] D. T. Suprayogi, A. Khamidah, F. Aprilia, K. D. Khasanah, and E. T. Pribadi, “Literature review: Association of iron deficiency anemia with cognitive function in adolescents,” ICHAFOHN, vol. 1, no. 1, pp. 100–106, 2023, doi: 10.29080/ichafohn.v1i1.1143.
[6] T. Takeshima, Y. Yamamoto, K. Iwasaki, C. Ha, M. Oishi, A. Sato, Y. Sonoyama, N. Honda, H. Niida, and J. Takeda, “Prevalence, treatment status, medical costs, quality of life, and productivity loss in Japanese adult patients with anemia: A real-world database study,” J. Med. Econ., pp. 1–19, 2023, doi: 10.1080/13696998.2023.2271752.
[7] C. Arya and N. Dubey, “Fast-food consumption among Indian adolescents and associated factors,” Int. J. Community Med. Public Health, vol. 11, no. 11, pp. 4546–4553, 2024, doi: 10.18203/2394-6040.ijcmph20243321.
[8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI, 2021. [Online]. Available: https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang. [Accessed: 18-Oct-2025].
[9] N. T. S. Sunarti, R. T. Lestari, and A. D. Trisetyaningsih, “Diskusi interaktif tentang pesan dasar gizi seimbang pada remaja,” J. Pengabdian Sosial, vol. 2, no. 10, pp. 4533–4539, 2025, doi: 10.59837/hryzpd35.
[10] F. A. Mukhdi, “Nutrition education for adolescents: Building healthy eating habits at growing age,” Int. J. Nutrition Educ., vol. 1, no. 2, pp. 1–7, 2024, doi: 10.62872/532fz790.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Hak cipta atas artikel apa pun dipegang oleh penulisnya.
- Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
- Artikel dan materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0


