PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus <p>PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran&nbsp;merupakan wadah publikasi penelitian bekerjasama antara Universitas Nusantara PGRI Kediri dengan Pengurus Daerah&nbsp;PGRI Kabupaten dan Kota Kediri dan Pengurus Daerah ISPI Kediri yang terbit 1 tahun 2 kali pada Bulan Maret dan September.<br><a href="http://u.lipi.go.id/1427268837" target="_blank" rel="noopener">ISSN (Online) 2442-9163</a><a href="http://u.lipi.go.id/1519468165" target="_blank" rel="noopener">ISSN (Print)&nbsp;2621-2390</a><br><a title="click tracking" href="http://statcounter.com/" target="_blank" rel="noopener"><img style="border: none;" src="http://c.statcounter.com/11006990/0/b0e97438/0/" alt="click tracking"></a> <a href="http://statcounter.com/p11006990/?guest=1">View PINUS Stats</a></p> Universitas Nusantara PGRI Kediri en-US PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran 2621-2390 <p>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>&nbsp;that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</p> Dampak Model Pembelajaran Experiental Learning Terhadap Peningkatan Kompetensi Operator Pembangkit https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13241 <p>The challenge to prepare power plant operators quickly, precisely and effectively is faced by PT XYZ Services in order to grow, develop and contribute to the 35,000 MW Electricity Supply Program. The right training model is required to achieve that goal. This experimental study aims to find more appropriate training models to be implemented in preparing competent power plant operators in a shorter period of time between experiential learning models and conventional learning models. The study intends to determine the impact of experiential learning models on increasing the competence of power plant operators. Based on the data analysis and discussion, findings were obtained: 1)there are differences in all aspects of operator competencies between the operators who learn with experiential learning model and those who learn with conventional models; 2)there are no differences in the aspect of Understanding Equipment &amp; Work Procedure between the operators who learn with experiential learning models and&nbsp; the operators who learn with conventional models; 3)there are differences in the Problem-Solving Ability aspect between the operators who learn with experiential learning models and the operators who learn with conventional models and 4)Experiential learning models have an impact on improving the power plant operator competencies, especially on the Problem-Solving Ability aspect.</p> Dedi Budi Utomo Andi Lestari Sitepu Rachmat Mulyana Nurianna Thoha Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-12 2019-09-12 5 1 1 13 10.29407/pn.v5i1.13241 Penerapan Metode Pembelajaran Pencarian Informasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Kesebangunan Kelas IX A SMPN 3 Kediri https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/12865 <p>Proses pembelajaran matematika di kelas IX A terkendala karena siswa yang tidak aktif. Kurangnya keaktifan siswa membuat proses pembelajaran menjadi tidak optimal. Padahal dalam pelajaran khususnya Matematika siswa harus banyak berlatih agar bisa mengerjakan soal-soal. Selain masalah keaktifan, nilai hasil belajar siswa juga cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai hasil belajar matematika siswa kelasIX A SMPN 3 Kediridengan metode pembelajaranPencarian Informasi. Penerapan metode ini adalah dimulai dari guru menjelaskan materi, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya guru memberikan tugas pada masing-masing kelompok, dan siswa menyelesaikan tugas tersebut dengan bantuan referensi yang ada. Setelah selesai, guru meminta siswa untuk menuliskan jawaban di papan tulis. Langkah terakhir yaitu guru bersama-sama siswa membahas lembar kerja.Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah terdapat lebih dari 75% siswa yang tuntas KKM. Berdasarkan data penelitian dapat dilihat bahwa pada prasiklus terdapat 44% (15) siswa tuntas KKM. Kemudian, pada siklus I terdapat 59% (20) siswa tuntas KKM.Kemudian, pada siklus II terdapat 88% (30) siswa tuntas KKM. Keberhasilan penelitian sesuai dengan indikator keberhasilan didapat saat siklus II, yaitu 88% (30) siswa tuntas KKM tau lebih dari 75% siswa tuntas KKM.</p> Nanik Purwanti Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-12 2019-09-12 5 1 14 20 10.29407/pn.v5i1.12865 Penerapan Model Pembelajaran Berkirim Salam dan Soal untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Materi Barisan Bilangan Siswa Kelas IX D SMPN 3 Kediri https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/12866 <p>Beberapa siswa kelas IX D SMPN 3 Kediri merasa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Untuk menanggulangi kesulitan siswa pada mata pelajaran matematika, maka sebaiknya guru memilih dan menggunakan metode pembelajaran inovatif yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang utama. Metode pembelajaran yang tepat digunakan adalah metode berkirim salam dan soal karena berorientasi <em>student centered</em>. Indikator keberhasilan peningkatan pembelajaran siswa pada penelitian ini dilihat dari 75% siswa tuntas KKM (dengan nilai 72). Hasil penelitian yang didapat dari data tes memperlihatkan bahwa pada prasiklus terdapat 35% (12 orang) siswa tuntas KKM. Pada siklus 1 terdapat 62% (21 orang) siswa tuntas KKM sehingga siklus dilanjutkan. Kemudian pada siklus 2 terdapat 85% (29 orang) siswa tuntas KKM sehingga siklus dihentikan. Data tersebut memperlihatkan terjadi peningkatan dari prasiklus sampai siklus 2. Dan keberhasilan penelitian sesuai dengan indikator keberhasilan didapat saat siklus 2, yaitu 85% siswa tuntas KKM. Nilai rata-rata untuk kerja siswa di setiap siklus mengalami kenaikan. Pada prasiklus nilai rata-rata siswa adalah 57,1 atau di bawah KKM. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa adalah 74,1. Pada siklus 2 nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 83,2 atau di atas KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berkirim salam dan soal dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IX D SMPN 3 Kediri pada mata pelajaran matematika materi barisan dan deret bilangan tahun pelajaran 2017/2018.</p> Sri Mariyanti Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-12 2019-09-12 5 1 21 31 10.29407/pn.v5i1.12866 Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Benua dan Samudera dengan Menerapkan Strategi Pembelajaran Learning Start with a Question pada Siswa Kelas IX A SMPN 3 Kediri https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/12867 <p>Siswa kelas IX A SMPN 3 Kediri cenderung ramai ketika proses pembelajaran di kelas. Untuk beberapa materi, bahkan guru harus mengulang kembali agar siswa paham. Ketika pembelajaran berlangsung siswa terlihat bermain-main sendiri dan tidak fokus mendengarkan penjelasan guru sehingga pemahaman materi kurang maksimal. Hal tersebut berakibat pada rendahnya nilai rata-rata siswa di ulangan harian. Data menunjukkan bahwa hanya 47% siswa yang tuntas KKM. Peneliti memilih sebuah strategi pembelajaran <em>Learning Start with a Question</em>. Strategi pembelajaran <em>Learning Start with a Question</em> adalah strategi pembelajaran yang mengajak siswa untuk dapat bertanya dan menemukan jawaban dari pertanyaan yang mereka ajukan dengan berdiskusi sesama kelompoknya agar mereka lebih mengerti materi yang diajarkan oleh guru. Keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa hingga 75% dengan nilai KKM 72. Hasil peningkatan dapat terlihat dari data sebagai berikut: prasiklus 47%; siklus pertama 68%; siklus kedua 85%. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%. Hasil peningkatan dapat terlihat dari nilai rata-rata siswa sebagai berikut: prasiklus 66,8; siklus pertama 71,8; siklus kedua 80,6. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah melebihi indikator keberhasilan.</p> Saroh Saroh Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-12 2019-09-12 5 1 32 39 10.29407/pn.v5i1.12867 Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII-I SMPN 7 Kediri pada Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Prosedur dengan Menerapkan Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13115 <p>Proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII-I SMPN 7 Kediri mengalami beberapa kendala. Kendalanya adalah sebagian besar peserta didik menganggap bahwa Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang sulit. Kondisi seperti ini menyebabkan peserta didik kebanyakan diam (pasif), kurang aktif dalam bertanya maupun dalam menjawab pertanyaan dalam proses belajar mengajar. Bahkan beberapa peserta didik sering meninggalkan ruangan kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung, dengan alasan yang bermacam-macam, di antaranya, karena tidak suka dengan cara guru mengajar, merasa bosan dengan metode mengajar guru dan sebagainya. Maka dari itu diperlukan penerapan metode yang sesuai dengan pembelajaran. Peneliti memilih sebuah strategi pembelajaran yaitu <em>Auditory, Intellectually, Repetition</em>. Sebelum diadakan tindakan, motivasi peserta didik rendah, yaitu dengan skor 2,78. Setelah tindakan, pada siklus I terjadi peningkatan motivasi peserta didik dengan skor rata-rata sebesar 3,11. Pada siklus II skor motivasi peserta didik meningkat menjadi 4,67. Sedangkan peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum tindakan menunjukkan rata-rata sebesar 73,3. Sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 76,7. Pada siklus II meningkat menjadi 81. Jumlah peserta didik yang tuntas sebelum dilaksanakan tindakan kelas adalah 14 dari dari 30 peserta didik yang nilainya tuntas mencapai KKM (47%). Setelah diadakan tindakan kelas, meningkat menjadi 19 dari 30 peserta didik yang nilainya tuntas mencapai KKM (63%) pada siklus I, sedangkan pada siklus II ada 24 dari 30 peserta didik yang nilainya tuntas mencapai KKM (80%).</p> Ahmad Khoirul Saleh Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-13 2019-09-13 5 1 40 47 10.29407/pn.v5i1.13115 Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Jerman (Sprechen) Melalui Role Playing (Rollen Spiel) Yang Digabungkan dengan Menyusun Dialog Sendiri Siswa Kelas XI MIPA 4 Di SMA Negeri 1 Kauman https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13673 <p>Kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri Kauman yang semestinya sudah mulai mempunyai kemampuan untuk berdialog dalam Bahasa Jerman ternyata masih mengalami kesulitan. Dibandingkan dengan dialog yang telah tersedia didalam buku-buku materi yang seringkali terlewatkan juga oleh guru (tidak disampaikan) melalui kebiasaan menyusun dialog sendiri diharapkan memacu siswa untuk menemukan ide-ide baik secara individu maupun kerja sama sehingga dialog tersebut akan lebih berbekas di dalam diri masing-masing siswa tidak sekedar dihafalkan. Rumusan masalah: Apakah dengan metode menyusun dialog sendiri dan memerankannya dapat meningkatkan kemampuan berbicara (Sprechen) pada pelajaran Bahasa Jerman siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung Semester 2 (Genap) Tahun Pelajaran 2017/2018? Tujuan penelitian:untuk mengetahui dampak penerapan menyusun dialog sendiri dan memerankannya sebagai sebuah metode terhadap kemampuan berbicara/Sprechen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian, ada peningkatan hasil kemampuan berbicara dengan menggunakan metode role playing dan menyusun sendiri dialog. Hal ini dapat dibuktikan bahwa, berdasarkan perhitungan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa mengalami peningkatan dengan maksud bahwa dari frekwensi data tersebut diketahui kategori kurang dalam prestasi belajar adalah nilai 45-54 dengan frekwensi 0 dan prosentase 0.00%, kategori prestasi belajar sedang dengan frekwensi dari 8 menjadi 1 dan prosentase 3.33%,&nbsp; cukup adalah dengan frekwensi tetap 11 dan prosentase 36.67%, prestasi baik dengan frekwensi 9 menjadi 12 dan prosentase 40%&nbsp; prestasi sangat baik adalah nilai dengan frekwensi 2 menjadi 6 dan prosentase 20%.</p> Erawati Erawati Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-13 2019-09-13 5 1 48 52 10.29407/pn.v5i1.13673 Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dengan Media Berbeda dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Hasil-Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13674 <p>The purpose of research is to know the different influence in using different media on cooperative learning type Group Investigation in increasing the ability to identify the result of Indonesian society. The kind of research in quasi experiment with posstest only control design consisting of two independent variables, one moderator variable and one independent variable.Independent variable is the usage of picture media and museum model in investigation group learning, moderator variable is active-refletive learning while dependent variable is the ability in indentifying the culture results of Indonesian society. Research population is the whole class of the first yearsstudents both SMAN I Kauman consisting of 328 students and SMAN I Tulungagung consisting of 150 students. The research uses purposive sampling with the approaching class (class X A, class X B) and (class X C , class X D). Class X A and X B as experiment classes 70 student and class X C and X D as controlled classes as 69 students. Experimnet class is taught with GI learning while controlled class uses museum media. Data is collected with learning style test and post test items. The data results are analyzed by using MANOVA statistic with 5% signifikant level. The results of research are (1) there different between the application of learning cooperative, cooperative learning method investigation group type GI with picture media and museum media toward the ability in identifying with the proaf of means of follows media museum (79,53) is higher than picture media (76.21),&nbsp; (2) There different between active and refletive learning style toward the ability identify the culture of Indonesian Society. It’s tested by using MANOVA statistic with signifikant 0,000 &lt; 0,05 it means H0 is refused because of sig. &lt; 0.05. (3) There is interaction between cooperative learning of investigation group type (GI) with picture media and museum media , next learning style toward the ability to identify the culture results of Indonesian society. It’s tested by using MANOVA statistic with signifikant 0,028 &lt; 0,05 it means H0 is refused because of sig. &lt; 0.05. It means there is interaction between media, learning style and the ability to identify.</p> Siswati Siswati Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-13 2019-09-13 5 1 53 58 10.29407/pn.v5i1.13674 Penerapan Model Pembelajaran TGT Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Prestasi Belajar Tentang Program Linier Pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Karangrejo Tulungagung https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13675 <p>Penerapan model pembelajaran TGT, akan mendorong siswa/ tim untuk berlomba-lomba&nbsp; mencari jawaban sebanyak mungkin agar kelompok mereka dapat unggul dan keluar sebagai pemenangnya, mendorong tumbuhnya minat dan partisipasi siswa serta menciptakan&nbsp; kondisi keterlibatan secara langsung dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, kemudian hasil belajar dengan cara belajar mencari dan menemukan sendiri lebih mudah dihafalkan, diingat dan mudah ditransfer, disamping itu dapat menciptakan kondisi belajar yang asyik dan menyenangkan serta adanya unsur bermain, dapat dimanfaatkan sebagai wahana untuk melatih perilaku sehingga akan semakin mantap eksistensi perilaku yang diperolehnya serta menciptakan dan mendorong tumbuhnya kesadaran menuju masyarakat belajar. Dengan kondisi seperti inilah akan terciptalah perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran/ aktivitas belajar dan pada gilirannya akan meningkatkan prestasi belajar siswa</p> Abd Rouf Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-13 2019-09-13 5 1 59 66 10.29407/pn.v5i1.13675 Respon Mahasiswa Terhadap Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Pada Mata Kuliah Pembelajaran Terpadu Melalui Program LSLC https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13437 <p>Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran inquiry pada mata kuliah pembelajaran terpadu melalui program LSLC. Program LSLC merupakan program pengembangan profesionalitas dosen dalam proses pelaksanaan perkuliahan. Permasalahan dalam penelitian ini ialah bagaimana respon mahasiswa terhadap penerapan model pembalajaran inquiry pada mata kuliah pembelajaran terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan respon mahasiswa selama proses perkuliahan mata kuliah pembelajaran terpadu dengan menerapkan model pembelajaran inquiry. Pelaksanaan penelitian dilakukan di kelas A dan B mahasiswa PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya angkatan 2015. Tahapan penelitian terdiri dari proses plan, do, dan see. Pada tahap plan, dosen model mempersiapkan pelaksanaan proses perkuliahan dengan membuat Satuan Acara Perkuliahan, chapter design, lesson design, ringkasan materi, lembar evaluasi, dan media. Selanjutnya pada tahap do, melaksanakan perencanaan yang telah dibuat, dengan menghadirkan lima observer untuk membantu mengobservasi respon mahasiswa selama proses perkuliahan berlangsung. Tahap terakhir yaitu see, dari tahapan tersebut dosen model bersama para observer melaksanakan refleksi dengan melakukan focus group discussion untuk mendiskusikan informasi terkait respon mahasiswa selama proses perkuliahan, juga masukan-masukan yang membangun untuk dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan proses perkuliahan selanjutnya. Proses plan, do dan see dilakukan dalam dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pada kelas 2015A dan siklus kedua dilakukan di kelas 2015 B. Data yang terkumpul berupa angket respon yang diisikan observer, selanjutnya dianalisis dan dideskripsikan. Hasil penelitian tentang respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran inquiry pada mata kuliah pembelajaran terpadu menunjukkan hasil yang sangat positif dari mahasiswa. Hal tersebut terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam mengikuti setiap proses perkuliahan.</p> Bahauddin Azmy Rarasaning Satyaningsih Cholifah Tur Rosidah Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-09-16 2019-09-16 5 1 67 76 10.29407/pn.v5i1.13437 Analisis Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas V SD Kanisius Hasanudin Semarang https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13732 <p>The background that drives this research is the fifth grade students of SD Kanisius Hasanudin Semarang who have very good learning activeness. Class V students are so enthusiastic when learning takes place. This can be seen from the response of students when the teacher gives small questions and students will scramble to raise their hands to answer questions from the teacher. Then the researcher wants to know whether the application of the Problem Based Learning model of learning students is more active in learning science. In addition, researchers also want to know what are the factors that influence the learning activities of fifth grade students of SD Kanisius Hasanudin Semarang. This type of research is descriptive qualitative. Data collection in this study was carried out by the method: interview, observation, questionnaire and documentation. The results of the study based on interviews with the teacher said that students were more active with the application of the Problem Based Learning learning model.</p> Desy Eka Widy Astuti Moh. Aniq KHB M. Arief Budiman Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-10-14 2019-10-14 5 1 77 83 10.29407/pn.v5i1.13732 Penerapan Media Scribe Materi Hak Dan Kewajiban Warga Negara Untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13762 <p>This research is motivated because there is a low motivation to learn grade IV students due to the lack of use of learning media used for teaching and learning by the teacher.&nbsp; With the application of Scribd learning media, students are more motivated to learn in class.&nbsp;The research method used was Classroom Action Research (CAR) where in this study there were two cycles consisting of planning, implementing, observing, and reflecting in each cycle.&nbsp; While the subjects in this study were grade IV students, amounting to 20 students.&nbsp; Then the data collection techniques used in this study are by using observası and questionnaires. On the results of observations of teacher activity obtained from the results of the first cycle with a score of 41 with a percentage of <a href="tel:64.0">64.0</a>% categorized as good and the second cycle the score became 61 with a percentage of <a href="tel:95.3">95.3</a>% categorized as very good so thus the observation of teacher activity is said to increase, on the results of observations of student activities&nbsp; the first cycle with a score of 35 with a percentage of <a href="tel:58.3">58.3</a>% was categorized as sufficient, in the second cycle the score became 57 with a percentage of <a href="tel:95.0">95.0</a>% with a very good category. Therefore the observation of student activity is said to increase using the media scribe Percentage of students who have learning motivation categories&nbsp; good and very good in the pre-study reached <a href="tel:40.0">40.0</a>% categorized as less, the percentage in the first cycle to <a href="tel:70.0">70.0</a>% which has a good category so that there was an increase from pre-study to the first cycle of <a href="tel:30.0">30.0</a>%, whereas in the second cycle increased to 85,&nbsp; 0% has a very good category, the increase from cycle I to cycle II is <a href="tel:15.0">15.0</a>%.&nbsp; Thus it can be concluded that the application of scribe media can increase student motivation in the material Rights and Obligations of Indonesian citizens class IV at SDN II Pasinan.</p> Noviardani Kartika Prameswari Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-10-14 2019-10-14 5 1 84 91 10.29407/pn.v5i1.13762 Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Berbasis Budaya Palembang Pada Topik Bangun Datar https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13756 <p>This study is to develop a learning media <em>whole package </em>that includes material to two-dimensional figures with Palembang-based culture. This research uses research <em>and development </em>(R&amp;D). The subjects in this study were students of class II, III, IV SD Negeri 3 Margo Bhakti. Analysis of the data used is qualitative descriptive with a percentage. Development of instructional media <em>scrapbook </em>Palembang culture based on topics two-dimensional figure with phase <em>ADDIE</em>. The results showed that the assessment included 1) validation of material experts got 71.61% with valid criteria, 2) validation of linguists got 87.5% with very valid criteria, 3) validation of media experts got 88.57% with very valid criteria. Assessing students' responses 1) small group trials get an average of 11.16 with high criteria, 2) large group trials get an average of 11.06 with high criteria. Based on the above assessment, the learning media <em>scrapbook </em>Palembang culture-based on the topic of the two-dimensional figure is valid or appropriate to use as a medium of learning mathematics on the topic of a two-dimensional figures.&nbsp;</p> Nurbaiti Widyasari Adella Kirsa Permata Putri Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-10-17 2019-10-17 5 1 92 98 10.29407/pn.v5i1.13756 Pengembangan Permainan Berlandaskan Nilai Karakter Keindonesiaan pada Siswa Sekolah Dasar https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13857 <p>In the current era of globalization, science and technology are developing rapidly, so what happens in Indonesia. Concerns of Indonesian people as a pluralistic society have great potential to experience social conflict, currently proven. The SARA political conflict in the 2017 DKI Jakarta Regional Election case plus the political situation before and after the 2019 election is one of the proofs. Therefore education needs to be renewed. The renewal that can be done is the development of the game based on the Indonesian character development. In this research development researchers used two types of data analysis techniques, namely quantitative and qualitative data analysis techniques. Whereas the development research model chosen was the research and education development model developed by Borg and Gall with data collection techniques through observation, questionnaires and questionnaires. In conclusion, the game of Indonesian character values ​​needs to be applied to learning. This is evidenced from the results of the analysis that the implementation of the game at the elementary school level has a high level of validity and practicality. In addition, the play of Indonesian character values ​​can stimulate the enthusiasm and enthusiasm of students in understanding and applying Indonesian characters at the elementary school level and being able to answer the concerns of parents to children about the low moral values ​​due to sara and modern cultural issues.</p> Erwin Putera Permana Frans Aditia Wiguna Novita Dewi Rosalia Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-11-12 2019-11-12 5 1 99 107 10.29407/pn.v5i1.13857 Komik Digital Sebagai Salah Satu Alternatif Pembelajaran Anti Paham Radikalisme Untuk Siswa SMP Di Kediri https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13545 <p>Radikalisme agama dewasa ini menjadi ancaman nyata yang bertumbuh dengan pesat di masyarakat, utamanya di kalangan remaja khususnya siswa-siswa sekolah yang masih sangat mudah untuk terpengaruh oleh faham-faham yang tidak benar dalam beragama. Kediri sebagai wilayah yang bidang pendidikannya semakin mengalami kemajuan, siswa-siswanyapun tidak luput dari bahaya laten radikalisme agama. Hal ini juga telah disampaikan oleh Kepala Binmas Polres Kediri Kota dalam beberapa seminar mengenai ancaman bahaya radikalisme di kalangan remaja di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran anti paham radikalisme untuk pembelajaran PPKn pada Siswa SMP melalui media komik digital<em>. </em>Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development), dengan media penelitian pengembangan pendidikan yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Hasil penelitian ini adalah; 1) telah dikembangkan media pembelajaran anti faham radikalisme dalam pembelajaran PPKn berupa komik digital<em>; </em>2) kelayakan media pembelajaran anti faham radikalisme dalam bentuk komik digital yang telah dikembangkan adalah sangat layak; 3) hasil respon peserta didik terhadap media pembelajaran komik digital menunjukkan adanya peningkatan antusias dalam kegiatan pembelajaran PPKn.</p> Yunita Dwi Pristiani Siska Nurazizah Lestari Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-11-13 2019-11-13 5 1 108 117 10.29407/pn.v5i1.13545 Pengembangan Model Pembelajaran Sosiolinguistik Berbasis Lingkungan Melalui ADDIE Model pada PBS-FKIP Universitas Jambi https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/13820 <p>This study aims to produce an environmental-based Sociolinguistic learning model. The research method used is ADDIE model development research with stage (1) analysis, stage (2) design, stage (3) development, stage (4) implementation, stage (5) evaluation, and stage (6) production. The results of product trials, both stage one tests showed an increase in the average of 6.1 to 8.01. In the second phase of testing too, from 4.61 increased to 5.94. These results illustrate that the teaching material produced is suitable for use. In the t-test of the product in the small group, the average score of 4.56 was seen, while in the post-test it showed an average of 4.74, and the t-count of 8,099 was still greater than the t-table of 2,132, so the difference was very significant. Likewise, in the large group test, the parates average was 7.84, while the average post-test was 8.50, and the t-test was 9.573, which was also still greater than the t-table 2.132, so the difference was very significant. Based on the results of the study, an environment-based sociolinguistic learning model produced from this study is feasible to use. Syllabus and sociolinguistic learning models based on the environment produced from this research are very in accordance with the needs of students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program at the Faculty of Social Sciences, Jambi University in taking Sociolinguistics Courses.</p> Andiopenta Andiopenta Copyright (c) 2019 PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2019-11-15 2019-11-15 5 1 118 127 10.29407/pn.v5i1.13820