JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARANNYA http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi <p><a href="http://efektor.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/issue/view/4" target="_blank" rel="noopener">Vol 1 No 1 Tahun 2014<br></a><a href="http://efektor.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/issue/view/29" target="_blank" rel="noopener">Vol 2 No 1 Tahun 2015<br></a><a href="http://efektor.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/issue/view/36">Vol 3 No 1 Tahun 2016<br></a><a href="http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/issue/view/51">Vol 4 No 1 Tahun 2017</a></p> <div><em>e-ISSN</em> : 2406 - 8659</div> en-US penbiounp@gmail.com (Dwi Ari Budiretnani) agusmujisantoso@gmail.com (Agus Muji Santoso) Tue, 31 Oct 2017 08:20:51 +0000 OJS 3.0.2.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 IMPLEMENTASI INKUIRI BEBAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR MAHASISWA AKAFARMA SUNAN GIRI PONOROGO TAHUN AKADEMI 2015/2016 http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/926 <p>Metode pembelajaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam tercapainya<br>tujuan pembelajaran. Di Akafarma Sunan Giri Ponorogo, metode pembelajaran kuliah maupun<br>praktikum yang berlangsung selama ini lebih banyak didominasi oleh dosen maupun asisten.<br>Hal ini menyebabkan mahasiswa kurang mandiri dan kurang aktif dalam melaksanakan proses<br>kegiatan pembelajaran. Berdasarkan masalah tersebut, Metode Inkuiri Bebas merupakan salah<br>satu metode pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan hasil belajar<br>mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Metode Inkuiri Bebas dalam<br>upaya meningkatkan hasil belajar mahasiswa Akafarma Sunan Giri Ponorogo tahun akademi<br>2015/2016. Penelitian ini menggunakan subyek peneliti mahasiswa Akafarma Sunan Giri<br>Ponorogo semester IV ( empat ) Tahun Akademi 2015/2016 dengan jumlah mahasiswa 25<br>mahasiswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh<br>secara langsung dari mahasiswa dan dosen yang meliputi aspek kognitif, data motivasi<br>mahasiswa, aktifitas mahasiswa, aktifitas dosen. Teknik pengumpulan data yang diperoleh<br>menggunakan Tes Tulis, Lembar observasi dan Angket. Dalam menganalisa data aspek kognitif<br>digunakan rumus ketuntasan belajar individual dan ketuntasan belajar klasikal. Hasil<br>penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I aspek kognitif, motivasi, dan aktifitas dosen<br>sudah menunjukkan hasil yang mencapai indikator, sedangkan aktifitas mahasiswa belum<br>mencapai indikator yang diinginkan, yaitu 64% yang diinginkan adalah 80%. Pada siklus II,<br>terjadi peningkatan menjadi 92% sehingga dapat dikatakan pada siklus II ini sudah mencapai<br>indikator yang diinginkan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan<br>bahwa metode inkuiri bebas dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa.</p> <p>Kata Kunci : Metode Inkuiri Bebas, Aktifitas Belajar Siswa, Akafarma Sunan Giri Ponorogo.</p> <p>&nbsp;</p> Devita Yudhayanti ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/926 Tue, 31 Oct 2017 22:01:15 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBM) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI DI SMP KECAMATAN BANJARMASIN UTARA http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/927 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran Berdasarkan<br>Masalah (PBM) pada pembelajaran biologi terhadap hasil belajar kognitif biologi di SMP<br>Kecamatan Banjarmasin Utara. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen<br>semu (quasi eksperiment) “nonequivalent pratest-posttest control group design”. SMP Negeri<br>27 Banjarmasin Kelas VIIC sebagai kelas eksperimen dan SMP Negeri 35 Banjarmasin Kelas<br>VIIC sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar kognitif<br>dalam bentuk tes essay. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis varian (anava) yang<br>dibantu dengan program SPSS versi 17 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa<br>penerapan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) berpengaruh terhadap hasil<br>belajar kognitif siswa di SMP Kecamatan Banjarmasin Utara, hasil ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas kontrol 53,20 dan pada kelas eksperimen sebesar 80,09 dan dilihat dari nilai F hitung = 37,924 &gt; F = 0,05 sehingga ada pengaruh penerapan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) terhadap hasil belajar kognitif biologi di SMP Kecamatan Banjarmasin Utara.</p> <p>Kata kunci— PBM, Hasil Belajar Kognitif Biologi tabel</p> Ria Mayasari ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/927 Tue, 31 Oct 2017 22:09:16 +0000 Upaya Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswadengan Metode PembelajaranKooperatifTipe Jigsaw pada Materi Respirasi Manusia Kelas XI IPA 5 MAN 3 KEDIRI http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/928 <p>Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), bertujuan<br>mendeskripsikan proses dan hasil belajar biologi melalui Jigsaw, sebagai upaya meningkatkan<br>proses dan hasil belajar peserta didik kelas XI IPA 5 MAN 3 Kediri pada Materi Respirasi<br>Manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2016/2017,<br>dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran biologi<br>dalam pendekatan kooperatif melalui model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan proses<br>dan hasil belajar. Pada Pra Siklus siswa diberikan soal kuis didapatkan nilai masih dibawah<br>KKM. KKM ditetapkan 78. Pada siklus I, 26% peserta didik mendapatkan nilai proses di bawah<br>SKBM yang ditetapkan. Nilai hasil belajar terendah pada siklus I adalah 74, nilai tertinggi 88.<br>Pada siklus II, 100% peserta didik mendapatkan nilai proses yang sesuai KKM, dan dari nilai<br>hasil belajar (produk) 100% peserta didik tuntas belajar. Sedangkan pada siklus II nilai<br>terendah 82 dan nilai tertinggi 95.</p> <p>Kata Kunci - hasil belajar, kooperatif, tipe Jigsaw.</p> Endah Hidayati ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/928 Tue, 31 Oct 2017 22:15:11 +0000 TEKNIK PENGOMPOSAN KERTAS BEKAS DAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN STARTER CAIRAN RUMEN SAPI http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/929 <p>&nbsp;</p> <p>Limbah organik, termasuk didalamnya limbah rumah tangga, mengandung kadar air,<br>karbohidrat, protein dan lemak yang tinggi sehingga mudah mengalami proses pembusukan. Sedangkan<br>kertas bekas merupakan materi organik yang mengandung lignin dan selulosa tinggi, sehingga dapat<br>didekomposisi lebih cepat dengan bantuan mikroba. Sementara itu, rumen ruminansia mengandung<br>banyak mikroba, terutama mikroba selulolitik yang menghasilkan enzim selulase untuk memecah<br>selulosa. Kompos merupakan bahan organik yang telah mengalami dekomposisi dengan bantuan<br>mikroba di dalamnya. Secara alami, proses pematangan kompos memerlukan waktu yang sangat lama<br>sehingga memerlukan teknologi dengan bantuan manusia untuk mengatasinya. Penelitian ini<br>menggunakan campuran kertas bekas bertinta dan limbah organik rumah tangga dengan perbandingan<br>1:1 sebanyak 833 gram dengan penambahan cairan rumen sapi sebanyak 0%, 20%, 30% dan 50%<br>sebanyak 3,6 liter. Proses pengomposan dilakukan secara anaerobik. Hasil penelitian menunjukkan<br>bahwa penambahan aquades pada kompos dapat menekan suhu di kisaran 28,2 – 31,2<br>C dan<br>menyebabkan proses degradasi pada kondisi anaerobik. Pemberian cairan rumen sapi yang diinkubasi<br>dengan menggunakan buffer fosfat pH 7 dapat membuat pH kompos kertas bekas dan limbah organik<br>rumah tangga menjadi mendekati netral yaitu berkisar antara 6,5 – 7. Sedangkan kontrol tanpa<br>penambahan rumen sapi dan buffer fosfat memiliki pH lebih asam yaitu 5,5. Massa kompos yang<br>dihasilkan paling tinggi pada kontrol sedangkan yang terendah adalah perlakuan 20%. Hal ini<br>berbanding terbalik dengan lindi yang dihasilkan, volume yang terbanyak pada perlakuan 20% dan<br>terendah adalah kontrol.</p> <p>Kata Kunci: kompos, kertas bekas, limbah organik, dan cairan rumen sapi. <br><br></p> Annisa Rahmawati ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/929 Tue, 31 Oct 2017 22:19:24 +0000 ETNOBOTANITUMBUHAN OBAT UNTUK PERAWAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN ETNIS TOBARU DI PULAU HALMAHERA http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/930 <p>Pergeseran pengobatan herbal dengan menggunakan bahan-bahan kimia tentu berdampak pada hilangnya <br>pengetahuan lokal masyarakat etnis Tobaru di pulau Halmahera dalam mempertahankan budaya atau<br>tradisi mereka dalam mengobati berbagai penyakit dengan menggunakan tumbuhan obat. Hal ini tentu<br>perpengaruh pada hilangnya pengetahuan mereka tentang fungsi dan manfaat tumbuhan herbal untuk<br>kesehatan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan emik (emic) dan etik (etic).Pengumpulan data<br>menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini sebanyak 4<br>orangditentukan dengan teknik Purporsive Sampling.Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif<br>dengan menyajikan data dalam bentuk grafik, Gambar dan Tabel dengan menggunakan program microsof<br>exel 2010.Hasil penelitian yaitu etnis Tobaru memanfaatkan 29 spesies tumbuhan obat yang<br>dikelompokkan ke dalam 18 famili yaitu; famili acanthaceae, zingeberacea, malvacea, myrtaceae,<br>piperaceae, musacea, meliaceaelamiaceae, fabaceae, myristicaceae, caricaceae, sonneratiaceae,<br>apochynaceae, asteraceae, convolvulaceae, poaceae, oxalidaceae dan combretacea. Proporsi pemanfatan<br>bagian tumbuhan obat yaitu daun 53%; kulit batang 30%; batang 14% dan rimpang 3%.Metode penyajian<br>ramuan obat dengan cara di rebus, penguapan, di tumbuk dan di peras. <br>Kata kunci:etnobotani, etnis Tobaru, Halmahera</p> Nasir Tamalene ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/930 Tue, 31 Oct 2017 22:23:15 +0000 ANALISIS PENGELOMPOKAN VARIETAS CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merrill & Perry)) BERDASARKAN KEMIRIPAN MORFOMETRIK DI PULAU TERNATE http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/934 <p><br>Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merrill &amp; Perry)) adalah tanaman identitas<br>provinsi Maluku Utara dan sampai saat ini tanaman Cengkeh masih menjadi salah satu<br>andalan komoditas pertanian di Ternate. Pohon Cengkeh yang ada sekarang ini diduga berasal<br>dari dua tempat yakni Zanzibar dan Ternate, sehingga kekerabatan diantara tanaman cengkeh<br>belum diketahui secara jelas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kekerabatan antar<br>aksesi cengkeh yang terdapat di pulau Ternate dengan mengkontruksi hubungan<br>kekerabatan/fenetik antar aksesi tersebut berdasarkan karakter morfologi. Metode yang<br>digunakan adalah metode survey titik penyebaran cengkeh di Pulau Ternate yang dilanjutkan<br>dengan identifikasi dan observasi karakter morfologi antar sampel/aksesi. Data morfologi<br>selanjutnya di bandingkan dengan menghitung indeks kemiripan antar aksesi/varietas sebagai<br>Operational Taxonomic Units (OUT’s) untuk menghasilkan dendogram dengan metode<br>Unweighted Pair Group Method using Aritmethic average (UPGMA) menggunakan program<br>NTSYS 2.1. Hasil analisis terhadap 16 aksesi cengkeh menunjukan terdapat empat kelompok<br>utama tanaman cengkeh yakni: Sansibar campuran, Sulamadaha, Taduma dan Mando. Aksesi<br>P, yakni Cengkeh Afo keluar dari semua kelompok, kuat dugaan bahwa cengkeh Afo merupakan<br>tetua dari cengkeh lain.</p> <p>Kata kunci—cengkeh, (Syzygium aromaticum (L.) Merrill &amp; Perry)), ternate, afo.</p> Suparman Suparman ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/biologi/article/view/934 Wed, 01 Nov 2017 04:51:49 +0000