http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/issue/feed JURNAL NUSANTARA MEDIKA 2017-05-10T03:41:37+00:00 Susi Erna Wati centilae@yahoo.com Open Journal Systems <p><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><em>ISSN (Online)</em></span></span><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"> :&nbsp;<a href="http://u.lipi.go.id/1465450024">2541-2477</a></span></span><a href="http://efektor.unpkediri.ac.id/index.php/akper/issue/view/33" target="_blank"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><br></span></span></a><a href="http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/issue/view/33">Vol 1 No 1 Tahun 2016<br></a><a href="http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/issue/view/56">Vol 1 No 2 Tahun 2017</a></p> http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/617 Cristina THE CORRELATION BETWEEN OF TRAUMA SCORE USING INJURY SEVERITY SCORE AND THE MORTALITY PATIENTS WITH SEVERE BRAIN INJURY AT GAMBIRAN PUBLIC HOSPITAL OF KEDIRI 2017-05-10T03:41:36+00:00 Cristina Dewi P Christ_wijaya_ns@yahoo.com <p><strong>Background :</strong>The high mortality rate of patients with severe head injury cause the importance to know the wellness of the injury. It can give information about physiological funtion disorders and neurological deficit. One of the anatomic scoring system that easily to use and can be used to predict the wellness of&nbsp; patient’s survival, at once can give the full score especially in patients with multiple injury, it is called injury severity score. <strong>Objective </strong><strong>:</strong>The purpose of this study was to find out the correlation between traumatic score using the injury severity score and the mortality of patients with severe brain injury in Gambiran Public Hospital Of Kediri . <strong>Method :</strong> This is analitic research with cross sectional design. The sum of the respondents are 15, and using accidental sampling. <strong>Result :</strong> The result of the study that measured use Spearman Rho Test, showed the correlation score is 0.747 and the p value is 0.001 (a&lt;0.05). <strong>Conclussion and Suggestion :</strong> There was correlation between traumatic score using the injury severity score and the mortality of patients with severe brain injury in Gambiran Public Hospital Of Kediri. From the result showed that injuryseverity score can be used as a tools to predict the mortality of patients with severe brain injury.</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Keywords : Trauma score, Injury severity score, mortality, brain severe injury</strong></p> 2017-05-10T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/627 ely isnaeni EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK KLASIK MOZART DAN KANGURU METHOD TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT GAMBIRAN KOTA KEDIRI 2017-05-10T03:41:36+00:00 ely isnaeni putra_air83@yahoo.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang baru lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan.Masalah yang terjadi pada bayi BBLR secaraf isiologis organ pencernaan padabayi BBLR yang belum berkembang dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi music <em>klasik Mozart dan kanguru method </em>terhadap peningkatan berat badan pada BBLR di Rumah Sakit Gambiran Kota&nbsp; Kediri.Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen semu (<em>quasy-experiment) </em>dengan <em>randomized control-group pretest-posttest design</em>. Pada penelitian ini terdiri dari dua kelompok yang keduanya ditentukan secara acak (masing-masing kelompok n=10). Pengumpulan data digunakan dengan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data non-parametrik dengan uji <em>Mann Whitney </em>dengan α = 0,05. Hasil penelitian dengan uji <em>Mann Whitney </em>menunjukkan bahwa peningkatan berat badan pada BBLR dengan nilai <em>p</em><em>value = </em>0,001. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada efektif terapi musik <em>klasik Mozart </em>terhadap peningkatan berat badan pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pada bayi diberikan terapi musik <em>klasik Mozart</em> untuk meningkatkan berat badan bayi.</p> 2017-05-10T03:13:53+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/628 Ika rahmawati KADAR GLUKOSA DARAH SEBAGAI PREDIKTOR GLASGOW COMA SCALE PASIEN CIDERA KEPALA 2017-05-10T03:41:36+00:00 ika rahmawati ika_rahma23@yahoo.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Cidera kepala merupakan jenis trauma yang angka kejadiannya paling tinggi dan merupakan salah satu&nbsp;penyebab utama kematian dan kecacatan. <em>Glasgow Coma Scale </em>digunakan untuk menilai kelainan neurologis dan menilai beratnya penderita cedera kepala. <em>Glasgow Coma Scale </em>merupakan salah satu komponen yang digunakan sebagai dasar dalam memberikan pengobatan, dan pembuatan keputusan klinis untuk pasien. <em>Glasgow Coma Scale</em> dapat menilai kemungkinan kelangsungan hidup pasien. Pasien cidera kepala seringkali mengalami peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kadar glukosa darah dapat digunakan sebagai prediktor <em>Glasgow Coma Scale</em> pasien cidera kepala di Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Blitar. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>cross sectional.</em> Tehnik sampling yang digunakan adalah<em> accidental sampling</em> dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden<em>. </em>Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi<em>. </em>Hasil analisis menggunakan uji<em> spearman rho </em>menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang artinya ada hubungan antara kadar glukosa darah dengan <em>Glasgow Coma Scale</em><strong>. </strong>Pasien cidera kepala yang mengalami kadar glukosa darah meningkat maka nilai <em>Glasgow Coma Scale</em> akan semakin menurun<strong>. </strong>Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kadar glukosa darah dapat digunakan sebagai prediktor <em>Glasgow Coma Scale </em>pasien cidera kepala.</p> 2017-05-10T03:16:33+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/695 nurhidayah THE CORELATION OF CONFORMITY WITH CONSUMPTIVE BEHAVIOR IN YOUNG WOMEN OF XI CLASS SENIOR HIGH SCHOOL 2 TRENGGALEK 2017-05-10T03:41:36+00:00 nurhidayah nurhidayah nurhida15@gmail.com <p><em>Teenager is a dynamic development phase in the life of the individual. This period is a transition period of the children into maturity which characterized by the mental acceleration, emotional and social. The objective of this research is to know the relationship of conformity with consumptive behavior in young women of XI Class Senior High School 2 Trenggalek</em><em>.</em></p> <p><em>This research use </em><em>a</em><em>nalytic </em><em>c</em><em>orelation design with cross sectional approach. The population in this study are young women student of XI Class Senior High School 2 Trenggalekby using Purposive Sampling technique. The independent variable is aconformityand the dependent variableis a consumptive behavior. Data capture the dependent variables and independent variables using a questionnaire and analyzed with the test Spearmen's Rho Correlation with the level of significance of&nbsp; </em><em>a</em><em>≤ 0.10.</em></p> <p><em>The results showed that nearly half of young young women student of XI Class Senior High School 2 Trenggalek had high conformity i.e. 55 (44.7%) of the respondents, and nearly half of young women student of XI Class Senior High School 2 Trenggalek consumptive behavior has being namely 54 (36.7%) respondents. The results of statistical tests Spearman's Rho obtained sig (p) = 0000 &lt;</em><em>a</em><em>= 0.896 correlation value 0.05. This means that H0 is rejected and the H1 is accepted.</em></p> <p><em>The conclusions of this research are no relationship with consumptive behavior conformity in young women of XI Class Senior High School 2 Trenggalek. To keep control of the personality of young women so as not to get stuck with conformity and consumptive behavior, then the expected health officers work closely with the school to conduct educator against students on a regular basis.</em></p> 2017-05-10T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/696 Rahayu PEMBERIAN DONGENG MELALUI AUDIO VISUAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK RASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA I KEMADUH DESA KEMADUH KECAMATAN BARON KABUPATEN NGANJUK 2017-05-10T03:41:36+00:00 Rahayu Budi Utami ayu_stikes_sb@yahoo.com <p>Pemberian bercerita secara efektif jelas akan terjadi proses kemampuan bahasa dan mengembangkan bahasanya anak mencapai titik maksimal. Dengan membacakan buku atau mendongeng sama dengan mengenalkan kosa kata baru pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dongeng melalui audio visual terhadap perkembangan bahasa anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita 1 Kemaduh Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Desain penelitian ini <em>Pra-Eksperimen</em> dengan pendekatan <em>one group pre test post test design</em> pada tanggal 28 Maret – 08 April 2016 di TK Dharma Wanita I Kemaduh Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk pada anak prasekolah dengan populasi 20 anak. Teknik <em>total sampling </em>dengan 20 responden. Dalam penelitian ini variabel <em>independen</em> pemberian dongeng melalui audio visual variabel <em>dependen</em> perkembangan bahasa anak prasekolah dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Uji statistik <em>Wilcoxon Signed Rank Test </em>dengan α = 0,05. Hasil penelitian sebelum diberikan dongeng melalui audio visual yaitu 7 responden (23,33%) mempunyai perkembangan bahasa anak perlu mendapatkan stimulai lebih intensif. Sesudah diberikan dongeng tidak satupun dari responden (0,00%) mempunyai perkembangan bahasa anak perlu mendapatkan stimulasi lebih intensif. Hasil uji didapatkan <em>p value = </em>0,003 ≤ α = 0,05 maka Ha ditrima berarti ada pengaruh pemberian dongeng melalui audio visual terhadap perkembangan bahasa anak prasekolah di TK Dharma Wanita I Kemaduh Desa Kemaduh kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Pemberian dongeng adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak. Sehingga peran aktif orang tua perlu untuk meningkat perkembangan bahasa anak dengan memberikan dongeng.</p> 2017-05-10T03:25:23+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/697 Henny FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN KLIEN DIABETES MILITUS DALAM MENJALANKAN PROGRAM TERAPI DM ( Di Kelompok Prolanis Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk ) 2017-05-10T03:41:36+00:00 Henny Purwandari henny.sbn18@gmail.com <p>Diabetes Melitus adalah&nbsp; kelainan metabolik yang dapat dikelola&nbsp; dengan menyesuaikan perencanaan makanan , kegiatan jasmani dan pengobatan yang sesuai dengan konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia baik terapi primerdan terapisekunder. Pemerintah telah mendorong penderita penyakit kronis termasuk pasien&nbsp; DM untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan adanya Prolanis ( Program Pengelolaan Penyakit Kronis ) dengan adanya aktifitas konsultasi medis / edukasi, home visit, reminder, aktifitas klub dan pemantauan kesehatan diharapkan para penyandang penyakit kronis dapat mencegah terjadinya komplikasi penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan pasien menjalani terapi DM.<strong>Methods :</strong>Penelitianini mengunakan desainkorelasidenganpendekatancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Militusdi Kelompok Prolanis KecamatanLoceretKabupatenNganjuksejumlah 30 responden dengan sampling desain total sampling.Analisa data denganujistatistik<em>Coefisien Contingensi </em>dengantingkatsignifikasi α =&nbsp; 0,05.<strong>Result :</strong>hasil penelitian dari 30 responden 23 respondenmempunyaifaktorsituasibaikmempunyaikepatuhanbaikdalammenjalani program terapi DM, terdapat 16 respondenmemilikifaktorpengingat / pemahamanbaikdankepatuhanbaik, terdapat 20 respondenmemilikihubungandokterdenganklienbaikdankepatuhanbaik.Berdasarkanujistatistifdengan<em>CoefisienContingensi</em>dengan α = 0,05 didapatkannilaiρvaluepadafaktorsituasiadalah 0,001, ρvaluepadafaktorpengingat / pemahamanadalah 0,081, ρvaluepadafaktorhubungandokterdanklienadalah 0,562 darihasiltersebutdapatdiartikan Ha diterimadan Ho ditolakartinyafaktorsituasiberpengaruhdengankepatuhanklien diabetes militusdalammenjalaniterapi DM di kelompokProlanisKecamatanLoceretKabupatenNganjuk, <strong>Conclusion : </strong>faktor situasi menjadi faktor yang sangat mempengaruhi kepatuhan pasien diabetes melitus dalam menjalankan program terapi DM sehingga diharapkan support keluarga lebih optimal untuk mencegah terjadinya komplikasi pada pasien DM.</p> 2017-05-10T03:27:16+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/698 Lexy PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN DEMENSIADI UPT PSLU JOMBANG 2017-05-10T03:41:37+00:00 Lexy Oktora Wilda lexyow@gmail.com <p><strong><em>. </em></strong>Demensia merupakan sindroma klinis yang meliputi hilangnya fungsi&nbsp; intelektual dan memori sehingga menyebabkan disfungsi dalam kehidupan sehari – hari. senam otak ini&nbsp; sangat diperlukan untuk meningkatkan fungsi kognitif seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap gangguan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia&nbsp; UPT PSLU Jombang di Pare Kediri. <strong><em>Methods</em></strong>.Penelitian ini menggunakan rancangan <em>Pra Exsperimental</em> dengan pendekatan <em>One Group Pre – Post Test Design</em>, dilaksanakan tanggal 1 Maret sampai 31 Maret 2016. Populasi dalam penelitian adalah lansia demensiadi UPT PSLU Jombang yang tinggaldi Pare Kedirisebanyak 29 responden sampel 29 responden, Tehnik sampling yang digunakan adalah <em>Total Sampling</em>, <em>Variabel independent</em> yaitu Senam otak, <em>variable dependent</em> yaitu gangguan fungsi kognitif dengan cara observasi kemudian data dianalisa dengan uji statistic <em>Wilcoxon Signed Ranks</em> dengan taraf signifikasi<em> α = 0,05.<strong>Result</strong></em>.Hasil penelitian sebelum diberikan Senam Otak sebagian besar memiliki gangguan fungsi&nbsp; kognitif&nbsp; berat yaitu sebanyak&nbsp; 17 responden (58,6%), setelah diberikan Senam otak sebagian besar memiliki gangguan fungsi kognitif sedang sebanyak 18 responden (62,1%). Hasil uji statistik <em>Wilcoxon Signed Ranks</em> menunjukkan <em>p value</em> = 0,000 ≤ α = 0,05 sehingga&nbsp; Ha diterima.<strong><em>Conclusion</em></strong>.Ada Pengaruh Senam Otak terhadap Gangguan Fungsi Kognitif pada Lansia Demensia di UPT PSLU Jombang Pare, Kediri. Pemberian senam otak dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia demensia di UPT PSLU Jombang, Pare Kediri. Sehingga diharapkan petugas panti memberikan senam otak kepada lansia seminggu sekali agar fungsi kognitif lansia meningkat.</p> 2017-05-10T03:31:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/699 Erna BIMBINGAN RESPONS, INTERAKSI DAN DEKAPAN IBU (RINDU) DALAMPENCAPAIAN PERAN MATERNAL 2017-05-10T03:41:37+00:00 erna rahma yani erna.rahma_75@yahoo.com <p>Penelitian&nbsp; ini bertujuan untuk menganalisis hubungan bimbingan RINDU terhadap pencapaian peran maternal. Bimbingan RINDU merupakan bentuk pendidikan kesehatan tentang perawatan bayi baru lahir yang diberikan kepada ibu segera setelah&nbsp; melahirkan. Tujuan bimbibingan agar ibu dapat melaksanakan kompetensinya dan menjalankan peran maternal. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan sampel 60 orang ibu bayi, yang&nbsp; dibedakan dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan Bimbingan RINDU berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian peran maternal secara umum (p= 0,046). Pencapaian peran maternal ditinjau dari ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Pada ranah kognitif bimbingan RINDU berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian peran maternal (p = 0,003) dan begitu juga pada ranah psikomotor (p =m0,000). Namun pada ranah afektif bimbingan RINDU tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian peran maternal (p = 0,185).</p> <p>&nbsp;</p> 2017-05-10T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/700 Mulazimah HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEMAMPUAN MOBILISASI DINI IBU POST SC DI DETASEMEN KESEHATAN RUMAH SAKIT TK IV 05.07.02 KEDIRI 2017-05-10T03:41:37+00:00 mulazimmah mulazimmah mulazimah@gmail.com <p>Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal merupakan salah satu unsur penentu status kesehatan masyarakat yang dapat diketahui dengan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Diperkirakan 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi pada masa post partum, 50 % kematian ibu post partum tersebut terjadi karena komplikasi dalam 24 jam pertama. Perawatan selama nifas diperlukan untuk mencapai status kesehatan ibu yang optimal dan mencegah komplikasi. Mobilisasi dini sangat penting untuk ibu post SC agar dapat mengembalikan fungsi usus, mempercepat proses involusi, mempercepat sirkulasi peredaran darah, mempercepat proses penyembuhan luka, meningkatkan kepercayaan ibu dan mencegah terjadinya trombosis. Keadaan pasien baik fisik maupun psikologis harus diperhatikan pada implementasi mobilisasi dini. Tingkat kecemasan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam implementasi mobilisasi dini. <strong>Metode penelitian: </strong>Penelitian ini menggunakan metode observasional menggunakan rancangan penelitian survey analitik. Responden penelitian ini adalah seluruh ibu post SC yang dirawat di RS DKT Kediri periode Januari dan lulus dalam uji L-MMPI sejumlah 17 orang. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. <strong>Hasil Penelitian:</strong> Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kemampuan mobilisasi dini ibu post SC, sebagian besar responden termasuk kategori kecemasan sedang (64,71%), dan kemampuan mobilisasi dibantu (47,06%).. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kemampuan mobilisasi dini ibu post SC, dimana nilai p=0,013 (p&lt;0,05).</p> 2017-05-10T03:35:08+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/akper/article/view/629 sheylla septina EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETES TERHADAP SENSITIFITAS KAKI DAN RESIKO JATUH PADA LANSIA DM 2017-05-10T03:41:37+00:00 sheyla septina sheyla_septina@yahoo.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar Belakang</strong>: DM merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah. Komplikasi yang paling sering dialami penyandang DM adalah komplikasi pada kaki yang mengakibatkan penurunan&nbsp; sensitivitas kaki pada lansia sehingga dapat mengakibatkan tingginya resiko jatuh pada lansia DM. Komplikasi tersebut dicegah dengan melakukan senam kaki diabetes secara teratur untuk memperlancar perdaran darah dan memperbaiki sistem muskuloskeletal.<strong> Tujuan : </strong>mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap sensitivitas kaki dan resiko jatuh pada pasien lansia DM.<strong> Metode : </strong>Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain <em>true eksperimen</em> dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah <em>desain pre post test group design</em> dengan kelompok kontrol, yaitu kelompok intervensi diberi latihan senam kaki dan kelompok kontrol mendapatkan senam lansia yang diadakan di desa, sampel dalam penelitian ini menggunakan total sebanyak (n=78) lansia yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan kriteria pasien DM lansia usia 45-74 tahun yang tidak menderita <em>food ulcer</em>, tidak menggunakan alat bantu jalan. <strong>Hasil : </strong>Hasil uji <em>independen t-test </em>di dapatkan nilai&nbsp; signifikan pada sensitivitas kaki p=0,007 dan pada resiko jatuh&nbsp; didapatkan nilai p=0,000 ( &lt;α = 0,05) artinya terdapat pengaruh yang signifikan pemberian senam kaki diabetes melitus terhadap sensitivitas kaki dan resiko jatuh pada lanisa DM. <strong>Kesimpulan dan saran :</strong> memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sensitivitas kaki dan resiko jatuh&nbsp; pasien diabetes melitus.Penelitian ini dapat diaplikasikan oleh lansia karena gerakan dari senam kaki diabetes ini sangat mudah dan ringan.</p> 2017-05-10T03:39:26+00:00 ##submission.copyrightStatement##