Analisa posisi derajat tonjolan magnet (trigger magnet) pada konsumsi bahan bakar

Main Article Content

Fatkur Rhohman Susdi Subandriyo Hesti Istiqlaliyah

Abstract

Dalam dunia otomotif, banyak dilakukan berbagai modifikasi untuk meningkatkan performa mesin. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan pembakaran yang terjadi di ruang bakar. Dengan memaksimalkan sistem pengapian dalam proses pembakaran, diharapkan dapat memperbesar percikan bunga api dari busi. Salah satu komponenyang mempengaruhi proses pembakaran adalah Magnet, berfungsi untuk menimbulkan listrik yang akan menjadi arus listrik tegangan tinggi dan memungkinkan terjadinya loncatan bunga api pada busi. Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah modifikasi tregger magnet yang dimundurkan 0,50, menjadi 9,50 dan 90. secara umum tidak terdapat perbedaan signifikan. nilai Fhitung untuk hasil pada jenis trigger magnet = 3.00 < F(0.05; 2,24) = 3,40 (ditolak H0) artinya memundurkan tonjolan magnet (trigger magnet) 90 dan 9,50 tidak berpengaruh secara signifikan. Selain itu, Fhitung untuk hasil putaran mesin rpm 6000, 7000, 8000 menghasilkan = 1.00 < F(0.05; 2,24) = 3,40 (ditolak H0)  artinya tingkat putaran mesin tersebut tidak berpengaruh secara signifikan.   Jadi tidak ada pengaruh konsumsi bahan bakar pada trigger magnet yang dimodifikasi, maupun pada rpm 6000, rpm 7000 dan rpm 8000

Article Details

How to Cite
RHOHMAN, Fatkur; SUBANDRIYO, Susdi; ISTIQLALIYAH, Hesti. Analisa posisi derajat tonjolan magnet (trigger magnet) pada konsumsi bahan bakar. Jurnal Mesin Nusantara, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 42-50, june 2018. ISSN 2621-9506. Available at: <http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/JMN/article/view/12295>. Date accessed: 23 oct. 2018. doi: https://doi.org/10.29407/jmn.v1i1.12295.
Section
Articles

References

[1] Young, G.O. 1964. Synthetic structure of industrial plastics (Book style with paper title and editor) in Plastics, 2nd ed. vol. 3, J. Peters, Ed. pp. 15–64. New York: McGraw-Hill.

[2] Chen, W.K. 1993. Linear Networks and Systems (Book style) pp. 123–135. Belmont, CA: Wadsworth.

[3] Poor, H. 1985. An Introduction to Signal Detection and Estimation. ch. 4. New York: Springer-Verlag.

[4] Krisbiantoro, D., 2009, Pengaruh Pengunaan CDI Variabel dan Variasi Derajat Pengapian Terhadap Unjuk Kerja Mesin Honda Kharisma Dengan 2 Busi., Jurnal Institut Teknologi Sepuluh Nopember., Surabaya, Universitas Teknologi Sepuluh Nopember

[5] Nanlohy, H.Y., 2012, Perbandingan Variasi Derajat Pengapian Terhadap Efisiensi Termal dan Konsumsi Bahan Bakar Otto Engine Be50, Jurnal Dinamika Vol. 3 No.2 Mei 2012, Kendari, Fakultas Teknik Universitas Haluoleo

[6] Machmud, S., Untoro, B, S., Leydon, S. 2013. Pengaruh Variasi Unjuk Derajat Pengapian Terhadap Kerja Mesin. Jurnal Teknik. 3 (1):58–60., Yogyakarta, Fakultas Teknik Universitas Janabadra.